Kisanak ,
Meskipun agak sumbang dan tidak bersajak a-b-a-b ataupun mengikuti gurulagu tapi tetap saja seniman Ki Detikdotkom telah mengguratkan sebuah puisi ,bersyair mengalir seperti mengalirnya sungai kehidupan ,sebuah syair kelanggengan di kancah kehidupan keseharian ,betapa Ki Detik telah merekam dan mengekspresikan kebiasaan sebuah negeri yang menguasai seni colong-jupuk.Nikmati saja :
Alamakk..Kejagung Sita Lagi Aset Widjan..........
Tebak-tebakan Ginandjar Diperiksa Kasus Exxor Balongan
Sidang Perdana Korupsi Helikopter Mi-17 Digelar di PN Jakpus
SBY Jadi Target Brigade Pemburu Koruptor
2 Mantan Pejabat BI Mangkir Pemeriksaan Kasus BPPC
Demo Kejari, Massa Minta Bupati Semarang Dikeluarkan dari LP
Faisal Basri Rogoh Kocek Rp 1 M Demi Dilirik Parpol
Saksi Korupsi Timor Mulai Diperiksa Kejagung Pekan Depan
DPR Nikmati 1/3 Dana DKP yang Dibukukan Andin
Syaukani Bantah Salahgunakan Dana Bantuan Sosial
2 Eks Wakil Ketua DPRD Jateng Divonis Satu Tahun
Keluar RS Kariadi, Bupati Semarang Digiring ke LP
Dana Nonbujeter Ada karena Sistem Keuangan Negara Tidak Beres
Kejagung Akan Sidik Kasus VLCC
4 Mantan Pimpinan DPRD Bandung Divonis Bebas
Eksepsi Bupati Kendal Ditolak, Sidang Korupsi Rp 52 M Dilanjutkan
DKP Kirimkan Zakat Lewat Dana Nonbujueter
Dimungkinkan Tersangka Baru Penggelembungan Blangko Pajak STNK
Berkas Kasus Sapi Impor Fiktif Bulog P21
Sekjen Depkeu Bungkam Soal JPS
Mantan Komisaris Utama Bank Mandiri Diperiksa Kejagung
DPR Tidak Niat Bikin Pansus BLBI
Cekal Akuntan Hitam, DPR Didesak Bikin UU Akuntan
Gus Solah Siap Buka-bukaan Dana DKP ke KPK
Kejagung Sidik Korupsi Timor Putra Nasional
Mantan Wakil Ketua DPRD Makassar Diperiksa Korupsi Damkar
Kasus Dana Pilpres Ilegal Akan Dibawa Anggota DPR ke MK
Kejagung Sidik Lagi Korupsi Kredit Bank Mandiri di PT Oso
Orasi Ilmiah Rokhmin Dibiayai DKP Rp 300 Juta
Polisi Didesak Tuntaskan Kasus Korupsi Mantan Bupati Rohul
Kembalikan Uang DKP, Amien, Gus Solah & Hasyim Jangan Dibui
Mulyana: Dana Asing untuk Capres Lewat LSM dan Tim Sukses Daerah
Presiden Beri Surat Kuasa kepada Kejagung Hadapi Uang Tommy
Kejagung Gugat Yayasan Soeharto Rp 11,5 T Sebelum 22 Juli
Tommy Soeharto Terbangkan Sempati Air Pakai Uang Yayasan
ICW Diperiksa BK Soal Kasus DKP
Tommy Berkelit, Uang di Guernsey dari Lamborghini & Motorbike
Sidang Korupsi Mantan Bupati Rohul Diwarnai Bentrok
Kejagung Telaah Korupsi Asia Agri
Dana Nonbujeter Diusut, Semua Bupati Bisa Masuk Penjara
Dirut PT Tugu Dana Utama Diperiksa Kejagung Kasus Bulog
Koruptor Insyaf Kecewa Hasil Korupsinya Rp 1,3 Juta Ditolak KPK
Kebuttt..
Benjuttt..
Lanjuttt...
Koruuppp !!!
Ki Detikdotkom ( Puisiwan aliran Hardcore)
----------
Willybrodus Surendrabrata sudah lebih dari 70 tahun menghirup udara negeri ganjil ini ,penciumannya tajam bahkan sanggup mengendus oksigen yang sama yang dihirup Mapatih Gajahmada ,sehingga keelokan tanah semirip swargaloka ini selalu menggodanya dan menuntut untuk dijereng dalam puisi ."Aku nitip ya Will .. " gumam Mapatih menerabas awang2 menerkam benak Willy.
Tapi apalah daya ,bathinnya hanya bisa nangis ngguguk ketika Ki Detik baru mulai mendendangkan awal bait2nya . Oalaaahh.... melik nggendhong lali ,Si Burung Merak hanya bisa bersenandung lirih :
Seringkali kau berkata,
ketika orang memuji milikku,
bahwa sesungguhnya ini hanya titipan,
bahwa mobilku hanya titipan Nya,
bahwa rumahku hanya titipan Nya,
bahwa hartaku hanya titpan Nya,
bahwa putraku hanya titipan Nya,
tetapi,
mengapa aku tak pernah bertanya,
mengapa dia menitipkan padaku ?
Untuk apa Dia menitipkan ini padaku ?
Dan kalau bukan milikku,
apa yang harus kulakukan untuk milik Nya ini ?
Adakah aku memiliki hak atas sesuatu yang bukan milikku ?
Mengapa hatiku justru terasa berat,
ketika titipan itu diminta kembali oleh-Nya ?
Ketika semua itu diminta kembali,
kusebut itu sebagai musibah,
kusebut itu sebagai ujian,
kusebut itu sebagai petaka,
kusebut dengan panggilan apa saja,
untuk melukiskan bahwa itu derita.
Ketika aku berdoa,
kuminta titipan yang cocok dengan hawa nafsuku,
aku ingin lebih banyak harta,
ingin lebih banyak mobil,
lebih banyak rumah,
lebih banyak popularitas,
dan kutolak sakit,
kutolak kemiskinan
Seolah........
semua "derita" adalah hukuman bagiku.
Seolah.....
keadilan dan kasih Nya harus berjalan seperti
matematika.
aku rajin beribadah,
maka selayaknyalah derita menjauh dariku,
dan nikmat dunia kerap menghampiriku.
Kuperlakukan Dia seolah mitra dagang,
dan bukan Kekasih...
Kuminta Dia membalas "perlakuan baikku"
dan menolak keputusanNya yang tak sesuai keinginanku.
Gusti......,
padahal tiap hari kuucapkan,
hidup dan matiku hanyalah untuk beribadah.....
Ketika langit dan bumi bersatu,
bencana dan keberuntungan tidak ada bedanya. *)
[ *)asli duweke WS Rendra ]
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
madhep ngalor..
madhep ngidul...
nyawang ndhuwur...
ndhingkluk..
akhire yo mung tetep bingung
No comments:
Post a Comment