Friday, November 17, 2006

wedangan

Dikejar malah nggak kelar , dikebut malah sirah kemut2 , yen dilembur malah awak rasane ajur .Apa itu ? Kerjaan !..ya..kerjaan yang setiap saat siap menjerat kita dengan loop2 panjang yang kadang memaksa kita untuk akrobat waktu .
Kali ini dengan kesadaran penuh , beberapa dari kita sepakat untuk mengendorkan ketegangan punggung dan kuduk (cengel) ,seperti biasa ,sambil mengaduk-aduk memori masa2 lalu dimana kita masih "rosa-rosane" agar kita bisa lebih nyadar bahwa ternyata curva sudah mulai masuk di daerah turunan.
Ajang nongkrong tadi malam adalah wedangan khas Solo di daerah Fatmawati ,yang di kelola oleh Yani (kepikir tadinya seorang gadis manis dengan rambut panjang dan lesung pipit di pipi , tapi saya meleset total.. ) yang seorang rocker heavy metal kalau ditilik dari penampilannya .Ah, yang jelas seduhan kopi jahe dan teh jahe dari ceret klasik , es susu , sego kucing dan aneka jajanan HIK yang dipanggang sangat membantu kita menyeberangi malam , ngelesot diemperan toko beralas tikar .

Teman ,aku pikir engkau akan jengah berada disini bersamaku ,karena dalam keseharian hanya untuk bertemu denganmu saja mesti telepon sekretarismu dan antri untuk minta waktu ,tapi malam itu kau kelihatan lepas ,menggelosoh di tanah ,ngeklek ,ceria dengan sego kucing di tangan dan tusukan kikil bakar yang masih berasap .

Begitulah , tanpa ada 'rule' yang ada malah Rully semua bisa tersampaikan , ya rembugan ringan ,obrolan tentang sawah dan paculan ,bahkan tanpa lupa melesatkan doa untuk kebaikan Ni Cole yang baru dirilis oleh anggota wedangan Laksamana CengHo. Ini memang bukan selapanan atau bancak-an ,tapi memang hanya melabuh harapan kepada yang Maha Penganyam Kehidupan ..hehehe..sekalian biar nggak diarani kelompok takayul dan abangan .


Terakhir ,bukan sego kucingnya ,bukan sate kulitnya juga mungkin bukan sate ususnya yang membuat malam itu terasa hangat , tapi persahabatan dan kebersamaan disela dan ditengah jembarnya Jakarta yang ngilak-ilak seperti rimba beton , dimana kita semua harus berjuang untuk anak bojo .

semuuut ireng ,
anak anak sapi ,
kebo bongkang nyabrang kali...

demikianlah teman ,sekali kita sudah nyabrang bengawan atau serayu ,tak ada kata untuk menyerah selain menjadi bongkang dan besar ,setidaknya buat keluarga.


sumangga...
;-)

Friday, November 03, 2006

srigunting


Golkar Ungkit-ungkit Kontrak Politik SBY-JK
Jumat, 03 November 2006, 07:45:51 WIB . Rakyat Merdeka.-
"Presiden Tentu Masih Ingat Komitmen itu"
Langkah Presiden SBY membentuk Unit Kerja Presiden untuk Pengelolaan Program Reformasi (UKP3R) benar-benar membuat Partai Golkar gerah.
Kemarin, Jusuf Kalla mengundang sejumlah pentolan Partai Golkar ke kantor Wakil Presiden untuk membahas sikap Golkar menindaklanjuti pembentukan UKP3R.
------------------------------
Bayi Berkepala Dua lahir di Malang
Sabtu, 28 Oktober 2006 | 20:32 WIB
TEMPO Interaktif, Malang:Bayi kembar siam dengan satu tubuh, dua kepala, empat tangan dan sepasang kaki atau dalam istilah kedokteran disebut phoracopagus (bayi dempet dada) dilahirkan dari pasangan suami istri, Supriyono (37) dan Lasemi (30) , warga RT 02/RW 03 Dusun Gangsiran, Kelurahan Tlekung, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, Sabtu (21/10) malam lalu.
-------------------------------
Bayi Berkepala Dua Akhirnya Meninggal
JAKARTA, (PR).-
Bayi kembar siam variant atau Dicephalus parapagus twins, Syafitri akhirnya meninggal dunia di ruang Intensive Care Unit (ICU) Rumah Sakit (RS) Pelni Petamburan Jakarta Barat, Selasa (22/8) sekira pukul 13.00 WIB, setelah sejak Kamis (17/8) pekan lalu menjalani perawatan khusus.
-----------------------------
Bayi Berkepala Dua Itu Akhirnya Meninggal
SETELAH mendapatkan perawatan selama tiga hari di RS Sanglah, bayi kembar siam yang dikenal sebagai bayi berkepala dua yang lahir Kamis (5/10) lalu akhirnya mengembuskan napas terakhirnya Sabtu (7/10) sekitar pukul 18.30 wita.
------------------------------

Kalau burung Srigunting atau Kacer yang biasa nengkreng di dahan pohon salam itu ngoceh dan berciap sepanjang pagi ,maka Mbah Kakung biasanya bergumam :
" Lah ..kae manuk-e wis sakesuk mancer , arep ana tamu iki ..." .
Dengan melesatnya peradaban para tetamu bisa diarrange dengan telepon dan SMS , bahkan kita bisa bertamu ke rumah kerabat yang di Boston atau Madrid tanpa harus beranjak dari kursi kantor ,meminjam ruang tamu Skype ,YahooMessenger ,MSN dan manekawarna piranti-empuk (terjemahane Software ) lainnya.
Maka tinggal lah Mbah Kakung yang kalau nggak ngayawara karena menyangkut pautkan cericit Srigunting dengan prediksi kedatangan tamu ,ya.. dengan terminologi yang lebih kekinian bisa dibilang takayul atau gugontuhon ,bahkan Ki Semprul yang sempat masantren di tempat keren dengan yakinnya (atau sok teu )akan melabel-i dengan sebuah kata dari bahasa timurtengah yang artinya ..lumayan sangar.
Begitulah..jaman tersusun atas ribuan layer budaya yang sebagian keberhasilannya ditengarai dengan kemampuan para pionirnya untuk sekedar "membaca tanda tanda" . Dan kalayakpun heboh ,bersengketa hanya untuk mempertahankan 'istilah' bukan esensi ,terkelabuhi oleh hiruk pikuk kata-kata tanpa memandang yang tergelar ,Stephen Hawking dikalungi Nobel ,Rangga Warsita dijuluk tukang ramal sedang keduanya hanya membaca tanda tanda , lha..kalau Galileo ikut ikutan cerdas membaca trus malah dibakar hidup2 di lingkungannya yang buta-tanda itu baru apes namanya.
" Dados pripun niku Mbah Kakung ,pak SBY kalih JK kok ketingale mboten saged rumaket akur ? "
" Jarene akeh bayi lair sirahe loro to , Le ? mesakake ..nyatane ing mangsa ketiga kaya ngene apa ya kuat sumuk-e ,malah kabeh akhire dha dipundhut GustiAlah ,apa maneh yen teka bedhidhing.."
" Maksude napa , Mbah ? "
" Yen pak SBY kuwi mestine pinter ,menawa pak JK kuwi cerdas , ning apa dha isa maca ? lha kuwi sing aku ra ngerti . "
Dan Srigunting di ranting dahan salam menyalak nyalak semakin riang ,Mbah Kakung tersenyum sambil nyapu latar " Ben resik ..,arep ana tamu " katanya. Ada tamu nggak ada tamu yang jelas latare resik.