
Bukan ,ini bukan srekalan atas Filosofi Kopi nya Dewi Lestari yang mengalir dan sarat pesan itu .Hanya sebuah kebetulan saja yang kalis dari kemiripan .Tentang beberapa makhluk yang kuat mengaku aku ,yang tergelincir dalam putaran kepenatan ,dan mencoba mencari alternatif untuk menyiasatinya .Seperti Chairil yang terbangun dan merapal plesetan :
Tak perlu sedu sedan itu,
Yang kuperlu SMS-mu,
"Sida mengko mbengi ? "
Aku bukan binatang jalang,
Yang dari kantor tak langsung pulang,
Terbawa kaki melanglang,
Hingga 'ngelesot' di bawah talang,
Kopi jahe dua !
Es susu !
Teh panas !
Ndhas pitik karo kikil-e dipanasi , Mase !
Demikianlah para hadirin sila tumpeng ,mengaduk kerinduan akan masa silam ,nyengenges mengakui luput dan kenaifan di saat perkasa yang akan menjadi kompas meniti jaman yang tersisa dan tenaga untuk mengenali sangkan paran ,bukankah begitu ?
Sego kucing pun beredar dari nampan ke tangan .Bolehkah aku mengambil lauk kikil ? ndhas pitik ? sate telur puyuh ? usus goreng ? ataupun rempelo ati ? boleh,boleeh kisanak ..kau boleh menjumput lauk pauk itu yang mana saja ,boleh nambah lagi kerucut nasi yang terhidang .Boleh satu , boleh dua asalkan mbayar ! dan janji jangan kelewatan karena ukuran perut kita terbatas .
Oalahh kopyah..ternyata semua hanya pilihan pilihan ,bagaikan memilih sego kucing dengan wedang susu jahe atau kombinasi lain,tinggal bagaimana mengatur cara nglesot dan menikmati alon2 setiap pulukan yang masuk ke mulut ,sedemikian entheng ..sedemikian nglaras ati.. namun jua sedemikian dahsyat jika dirunut dan diungkap muasal sepulukan nasi putih.Tak perlu gonjang ganjing bergunjing atau menyorong sanjung si priyayi Mbandung,hingga mencatut nama malaekat ,sampai presiden mentholo kurang tidur dan semua harus ndower mbleber seperti mbilung ,sekian belas channel sibuk meliput sampai2 udara jejel riyel dengan ruwetnya frekuensi ,makanya to minggu-minggu terakhir ini lintang lintang sudah tidak abyor lagi ,entah karena penghujan telah tiba atau memang ...eh Jibril engkau lagi ngapain ?
Sampeyan tahu kisanak ? sementara segenap pelosok menjadi crigis sampai gigis ,ee..priyayi Mbandung itu malah sedang manggut2 menikmati dua pincuk colenak ! biarlah, itu pilihannya .
Di tritisan kita hanya geleng geleng ,bukannya lagi tahlilan ,hanya mencoba meresapi beberapa kabar baru dari teman SiPeramuCerita ,sebuah undercover dari apa yang sedang menyeruak di negeri ini sambil belajar mengeja grothal-grathul maunya SangMahaDalang .
Di bait terakhir Chairil meronta dan berteriak lantang : "Aku ingin hidup seribu tahun lagi !! "
Haiyaahh ! bukankah Mbah Kakung juga bilang : "NggerThole ,urip iki mung sak keclap ,ibarate mung mampir ngombe " .Dan kita2 ini kawan entah terlena entah cengengesan ,lha kok malah wedangan ,sudah tahu kalau mung sak keclap malah disruput pelan pelan.
"Teh mu iki kurang pait ..." ujar SiInsinyurMesin
"Lha nggih angel mas golek-e teng pasar ,kula pun ngangge cap 999 " Yani takjim menunggu masukan
"Gantinen nganggo Sintren opo Jenggot ben standart karo wedangane Sala" SiInsinyurMesin menukas
"Nggih cobi kula pikire ,matur nuwun Mas " ujar Yani sembari menyibak rambutnya yang panjang terurai.
Begitulah , bahkan "pait" pun dicari untuk referensi ,agar tidak mudah njondhil dengan rasa manis dan tidak nggumun dengan rasa yang lain ,ataupun terkaget kaget jika tiba2 keselak ciu mBekonang .
Kawan ,aku pikir kau akan menjadi besar ,mudah2an ketika lidahmu menjemput manisnya BLBI ataupun ginasthel-nya cucuran minyak dan aspal hanya pringas pringis dan mesam mesem menguji ilmu wedangan.
Malam berangkat uzur kawan,seperti waktu yang ganas menggerogot usia kita.
10.30pm.
Kita berjabat tangan.Ketemu meneh yo kapan-kapan ,ujarmu .Ketika tangan terlepas pita kenur persahabatan tetaplah rapi terikat ,bahkan hingga aku meluncur di jalur cepat Sudirman angan-anganku masih merapikan taligoci agar kita masih tetap bisa bersama ikut menganyam peradaban seperti yang di titah oleh SangPemilikWaktu.
Ketika malam meleleh,
bersama panasnya kopi jahe.
Karmoleyo.
madhep ngalor..
madhep ngidul...
nyawang ndhuwur...
ndhingkluk..
akhire yo mung tetep bingung
No comments:
Post a Comment