Buat rekans yang sempat ke Bandung tentunya nggak bakalan melewatkan event 5 tahunan ini,ya...pasar seni itb yang ramenya aujubilah,lebih pas kalo saya bilang ini tempat para lumni senirupa unjuk gigi.Ditengah tengah pameran karya yang suangat kreatif ini (nurut saya lho) saya cuma bisa ternganga kagum , bangga ,setengah nggumun ,ditengah porak porandanya pondasi bertatanegara ternyata manusia Indonesia ini berlimpah ruah bakat nyeninya...
Setrika jago ini sempat membetot imaji saya ke puluhan tahun silam , dimana untuk ngelus celana drill seragam ayah kami harus "cethik-geni" dan memasukkan arang panas mengangah ke dalam perut sang setrika.Seorang anak kecil sempat bertanya ke ibunya "Ini kereta apa ,Bu ? " .Si ibu sempat senyum2 mencoba menjelaskan sang benda yang telah melompati jaman.

Kuali , pengaron , jembangan dan beraneka bolopecah kini sudah bertaburan warna-warni yang berbau etnic,funky maupun dinosaurs era .Saya baru tahu kalo guci dan mangkok ternyata bisa di "tua" kan seolah olah seperti kreweng yang sudah berumur ratusan tahun ...halah..halah...

Di penghujung bulevar (di samping lapangan basket ,dekat Sipil) sang Ganesha yang kelihatan compang camping merana ,mencoba mengangkat tangannya ,entah ia mula menyerah ,setelah kecapaian sekian lama mengemban cawan pengetahuan ,belalainya yang terpangkas barangkali telah membuat penciumannya tak tajam lagi terhadap kesewenang-wenangan .Entahlah , saya nggak begitu yakin dengan perut buncit yang diperlihatkan seolah kosong melompong itu adalah sebuah wangsalan memet yang harus diterjemahkan sesuatu, atau hanya karena kekurangan koran bekas buat menutupinya.

Di tengah lautan benda seni dan pertunjukan yang nyeni ,masih juga terjaga peninggalan Warok Kromoleyo.Satu set lengkap pemain jaran kepang ini terlihat agak mati gaya nyelip diantara Oktagon dan studen_senter .Apa lagi message yang ingin disampaikan ? Barangkali ditengah teknologi tinggi ,dimana kampus ini pembawa benderanya ,dalam aplikasi proyek2 para alumninya masih ada kemungkinan sang setan nyusup dan mulai mengendalikan suasana ,ditengah gegap gempita suara tetabuhan dan derap reformasi.
Ah..saya terlalu jauh mikir ,bisa jadi ini hanya salah satu stand Teh Botol Sosro ,yang terkenal dengan "Apapun makanannya,minumnya..ya..itu tadi....!!"

Bicara tentang keramik yang fragile dan getas,
Jelas nggak akan saya ulas terlalu detil ttg keramik dari tanah priangan...;-)
ps : sumprit ! bolopecah berikut bukan saya yang njepret.

Salam..
;-)
TPB dengan FRS merah hanya karena memainkan ludruk "Beranak Dalam Kampus "
madhep ngalor..
madhep ngidul...
nyawang ndhuwur...
ndhingkluk..
akhire yo mung tetep bingung
No comments:
Post a Comment