Tuesday, December 20, 2005

terhadang pisau bisturi

Struktur organisasi di Jonggring Saloka sedikit mengalami pergeseran.Meski dirasa agak aneh ,karena lucut dari kebiasaan,penyampaian perubahan tugas dewa2 tersebut dilakukan oleh Batara Guru di kandang kuda.

"Tak apa , nggak semua pengumuman harus dibacakan di singgasana, yang penting esensinya " Kilah Batara Guru yang dianggap pemegang otoritas tertinggi para dewa.Yang tak kurang anehnya adalah tugas Batara Kala sang dewa yang hobinya minum darah wayang ,menurut skep yang baru mesti ngurusi kesejahteraan umat wayang.Dewi Uma yang tadinya nge-boss-i bidang perencanaan Suryalaya,karena disinyalir sering lirak-lirik dengan para raksasa negeri seberang kini disabda jadi bendahara saja.Meskipun Batara Guru berusaha untuk setenang mungkin menjelaskan acara lukir posisi ini tapi tak ayal dia merasa agak gerah atas cibiran para wayang yang rapi berjajar,tertancap di gedebog pisang.



------------

Diatas meja bedah Ki Semar terlentang dengan perut menganga.Dokter bedah dari team operasi itu masih melongo dengan pisau bisturi di tangan.Bagaimana tidak ? seolah kepiawaiannya tentang anatomi tubuh dicerabut dari kesadarannya.Tak terdapat usus ,paru, limpa ataupun jeroan lain dalam perut Ki Semar,melainkan sebuah miniatur tatasurya.Sembilan planet dengan aneka ukuran ngambang mengitari perlahan jantung Ki Semar yang beku dan mencorong ,mengikuti irama keteraturan.

Seorang anggota team, psikolog muda yang cantik dan berkacamata itupun tak juga bisa mengeluarkan analisa bahkan sketsa wajah Ki Semar yang buruk rupa, terlihat ayem dengan senyum menyungging namun mata Ki Semar selalu muwun berair menggambar kesedihan , kerut di wajah seolah menggoreskan tanda renta ketuaan sangat kontradiktif dengan jambul di kepala ala Tintin yang dicat merah melambang semangat ABG.

Hmm..sebuah paradoks,misteri dan Ibu psikolog muda itu hanya geleng2 kecil mewakili ketidaktahuan mutlak.

Tubuh Ki Semar terjereng beku ,tangannya terlentang ngaplah-aplah memperlihatkan buku2 jarinya yang besar2 khas orang lapangan yang akrab dengan kerjaan kasar.Kakinya lurus membujur ,memamerkan telapak yang melebar di depan , dilengkapi dengan rekahan2 radial di tumit ,kaki yang akrab menyapa tanah dan lumpur ,tanpa sadar memamerkan kedekatan telapak itu dari asalnya.

Batara Guru ,boss para dewa yang dianggap titis dalam tindak pun merasa gamang dalam mengenali sasmita yang disamarkan oleh keadaan Ki Semar.Ia bersedekap sedih disamping meja bedah ,berusaha keras mengurai teka-teki mati suri saudara kembarnya.Ya,Batara Guru adalah separuh dari ‘endhog amun-amun” yang disabda oleh Sang Hyang Wenang untuk turun ke jagat pakeliran,sedang separuhnya lagi menjadi Ki Semar .Sangat kontras dengan dirinya,Ki Semar adalah pribadi yang ndesit jelata apa adanya,gendut geol,berkulit gelap,bicara ngablak polos-polosan,buruk rupa dan kesrakat ,sedangkan ia adalah seorang priyayi ,boss para dewa,bicara mbulet dengan bahasa langitan,tampan berkulit resik, sakti mandraguna dengan body six-pax.

--------

Penduduk Karang Kedempel masih berkumpul di ruang tunggu UGD

.Menunggu dengan sabar hasil otopsi tubuh Ki Lurah Semar.Tak tampak gambaran kesedihan di muka para wayang tersebut terhadap keadaan lurahnya.Barangkali karena kesedihan dan kegembiraan hanyalah sebuah ukuran anugerah yang bisa disetal-setel seperti setelan volume radio ,demikianlah mereka selalu diwejang Ki Lurah Semar.

“ Semare tangi !” kata sebuah wayang dari Kedempel sambil tiduran.

“ Wah iya ,Semare tangi “ sahut yang lainnya sinambi leyeh2.

“Oalah..Ki Luraah…sampeyan urip ,Gusti Pangeran memang tidak tidur “ wayang lain bersyukur.

Para wayang dari Karang Kedempel tersenyum senyum menyaksikan lurahnya terbangun dan berdiri disamping Batara Guru. Mereka merasa sedang diwulang oleh lurahnya tentang seni perbedaan ,tentang bagus dan elek , tentang kepriyayian dan kejelataan ,tentang sugih dan melarat ,tentang panas dan dingin ,tentang melek dan merem ,dan ah..juga tentang bagaimana memegang teguh ‘setelan-nya’.

---------

“Semare tangi ?? “ Batara Guru tercekat ,ia melihat Ki Semar masih tetap terbujur diatas meja bedah ,masih juga dengan perut menganga,lengkap dengan tatasurya di dalamnya.

“Semare tangi …”

“Semare tangi…….“

Ah! ya..ya…semare tangi ,semare..sare..tidur ,tangi ..terjaga.Tidur tapi terjaga.Batara Guru manggut2 menjadi saksi wayang Kedempel yang merem tapi weruh ,setengah sare tapi terjaga,ndhodhok tapi ketok.

“Hm…sialan juga si Semar ini “ Batara Guru bersungut sungut.Ia merasa agak risih karena tak se-sensitif para wayang Kedempel.Melesat ia kembali ke Jonggring Saloka untuk melanjutkan otak-atik reshuffle dewa2 sambil uring2an.

Semare tangi…Semare tangi….

Thursday, December 15, 2005

sebuah pendakian

sahabat
kali ini aku akan mendaki
karena sebuah undangan
tanpa carrier dan boot warrior
tanpa temali hanya sebongkah nyali
dan cangkir usang yang kosong

sahabat
relakan aku mendaki
sebuah puncak ketakberdayaan
yang kalis dari anyaman kata-kata

kali ini aku miris
bukan oleh terjal ngarai dan rendahnya oksigen
bukan oleh pekat dingin dan perkasanya deru angin
ah..
kali ini aku mendaki sendiri
dengan seluruh kebodohanku
dan segenap ketakmengertian
diantara hiruk pikuk tujuh laksa pendaki lain
kali ini..
tak untuk berburu matahari terbit
juga tidak sejumput edelweiss biru
aku hanya akan tengadah
dengan cangkir kosongku
berharap tetesan jawab sang pengundang

sahabat
relakan aku mendaki …

Thursday, December 01, 2005

A I T I itu...

Pak SBY yang baru pulang dari Bangalore India berapi api mengulas ttg kemajuan UKM kota itu di bidang aiti. Denyut nadi teknologi di kota itu seirama dengan Silicon Valley nya US. Ditambah lagi dengan antusiasme negara tetangga yang nggak hanya nyaplok Sipadan dan Ligitan tapi ternyata juga menyiapkan secara agak mencolok “lahan” yang subur untuk menebar benih di bidang aiti .Ceritanya ,bapak kita ini agak2 iri sembari bingung utk memulai menggenjot semangat rakyat di negerinya di ranah yang sama…

"Kerja dimana Mas " tanya orang yang duduk di sebelah.
"Di Sudirman, di bidang aiti " sahut si Mas .
Pikiran si penanya sebelah pun nglemboro ke box2 komputer dengan kabel bersliwer lengkap dengan piranti lunak yang ada di dalamnya.Ya..ya ..itulah yang kebayang tentang aiti , yang singkatan keren dari Information Technology.Mana mau ketinggalan , sebuah gerai henpon di Roxi pun dipampangi judul IT-Shop , warung aiti ,entah karena dunia telekomunikasi yang sudah bersenyawa dengan dunia informasi ,toh untuk menyampaikan suatu informasi ke orang lain salah satu sarananya adalah suara ,gambar atau tulisan via henpon .Henpon ? ah yang bener? banyak orang punya kamera ada henpon-nya ;-) ,punya henpon ada komputernya ,punya laptop ada kamera dan henpon-nya ,beli chiki-ball dapat hadiah pulsa ,beli pulsanya dapat imbuhan nasi gudheg komplit ! Arrrghh...

Meskipun Kasparov akhirnya kalah main catur melawan supercomputer Deep Blue yang berkemampuan 130an Teraflop atau kira-kira setrilyun keputusan perdetik ,tak ayal ia sudah sanggup membuat Deep Blue keringatan dan geleng2 floppy (soalnya nggak punya kepala) memikirkan apa isi bathok kepala Kasparov yang hanya sebesar buah kelapa itu dan siapa yang ngrakit.Ck..ck..bagi Karmoleyo yang orang Jawa ,satu trilyun keputusan perdetik sangat2 melanggar pakem alon alon waton kelakon. Lak iyo ?

Masih menurut cerita , di lima tahun terakhir ini ada gelombang kerjaan berbasis aiti dalam jumlah milyaran dollar yang menggelontor dari US ke kawasan asia dan sekitar (kecuali ke negeri Pak SBY,kali ) tepatnya programming utk game.Ya,ternyata putaran uang di sekitar game ato permainan diatas displei dan monitor ini sekelas dengan putaran uang di Hollywood dan Las Vegas.Masa iya ?,percayalah ,dan ini juga masih diklasifikasi kerjaan IT.Bahkan, percaya nggak percaya bagi orang addicted tahap akut utk bermain judi pun tak usah pening lagi ,kalo kangen main puteran dan dadu koprok seperti di lapangan ketika ada layer tancep, sudah tersedia softwarenya.


Seorang kenalan Karmoleyo adalah boss aiti di sebuah Industri pakaian dalam wanita.Dia memasang v-sat untuk menyambung jaring informasi di antara line produksinya di Tangerang dengan kounter2 penjualan yang tersebar di US dan Europa.Lah ? apa sangkut paut aiti dengan cawat dan BH ? ternyata utk membuat arus data di semua kantornya yang tersebar di seluruh dunia bisa on-line.On-line (onlain) ? tentulah bukan dengan pengertian ON-nya lain-lain hanya karena perbedaan waktu di belahan dunia , tapi lebih pada kemudahan akses data dan pengelolaannya, katanya bersemangat .Karmo manggut manggut ( tapi nggak ngerti ).

Sejenis virus baru merembet di seantero Bandung ,merasuk di registry dan membuat PC ngre-start sendiri jika sebuah aplikasi dijalankan.Syahdan si virus buatan lokal bernama Rontokbro ini sudah sampai ke varian yang ke 15.Seorang kenalan Karmo yang lain mengeluhkan ulah para pembuat virus ini yang membuatnya kerja lemburan di kantor utk bersih2 ,padahal para kreator virus tersebut hanya mendasari ide mbambungnya demi sebuah pengakuan,bahwa ia bisa ,bahwa ia lebih canggih ,bahwa ia tak terobati .Karmoleyo yang nggak paham blas ttg per-virus-an hanya bisa mbatin kalo itu pasti kerjaan orang kemaki dan jahil mungkin malah methakil ,sejenis kejahilan yang ditingkahi kepongahan.

Buto cakil methakil …
Ngemut pen…thung !

Pardi Luwak hanya penjual gorengan keliling dengan gerobak ,bukan pekerja aiti apalagi konsultan kerah putih,tapi biar agak ng-aiti dia menulis di gerobaknya dengan cat ,tak begitu rapi http://www.gorengan.com.bro

Pardi tidak jahil atau methakil ,tidak juga drengki atau srei ,hanya nrimo ing pandum dan ...sedikit gaul, gitu loch !