Monday, October 17, 2005

mual diatas ArgoGendheng


Karmoleyo masih liyer2,ngabuburit di kereta api ArgoGendheng yang setengah kosong.Semenit sebelum peluit bersuit segerombolan anak muda berbusana trendi merangsek masuk ke gerbong.Menduduki deretan depan dan belakang kursi tempat ia setengah ngantuk setengah sadar.Mereka ternyata berenam,empat cowok dan dua cewek.Srog! seorang dari mereka duduk disamping Karmo sambil terus nyerocos sembari ketawa ketiwi , seolah penumpang sekitar adalah rombongan patung nggladhag.Cuwek bebek lah ! Ah, abege-abege tanggung ini.Tiba2 kesadaran Karmo agak njondhil2 ketika ditengah obrolan mereka terselip nama2 beken,pengacara kawak-an ,nama jendral ,bintang pilem dan beberapa disamarkan dengan sebutan si kecil,si PaluGodam dan sebagainya.Eit , dan yang lebih bikin njondhil lagi ternyata mereka mengulas kejadian2 besar yang menyangkut dana besar dan orang besar seolah seperti anak2 ngobrol tentang nintendo.
Couriousity! ya..ya..tiba2 saja Karmo ingin tahu urusan dan mainan orang .
Karmo : "Ke Bandung , Mas ?"
Sumprit , ini pertanyaan bodoh keluar dari mulut orang bodoh ,karena dari deduksi sederhana bahwa ini kereta jurusan Bandung , tidak berhenti di stasiun antara,dan ia juga sedang mau pergi ke Bandung , pastilah orang sebelah yg ditanya dapat disimpulkan akan pergi ke Bandung.Ck!
AMYDDS(Anak Muda Yang Duduk Di Sebelah) :"Iya ..,Bapak ? "
Kekekek...jawabannya tepat , tapi pertanyaan dia berikutnya gak kalah bodohnya..
Karmo : "Ada acara apa nih..kok rame2 ke Bandung ?"
AMYDDS : " Ah..biasa ..kami mau paparan kasus "
Karmo : " Ohh..Mas-nya ini pengacara ?"
AMYDDS : "Kami berenam semua loyer ,kami ini tim intinya XXXX (nama loyer terkenal) "
Karmo : "Wuah hebat..maaf saya tadi nguping,tapi anda2 ini yang nangani kasus2 heboh itu ?"
AMYDDS : " Yap! dan saya ketua tim pidana-nya Pak "
Karmo : "Ck..ck..ck..,huebat..huebat..gak nyangka,anda2 ini masih sangat muda sekali"
AMYDDS : " Kebetulan Boss kami XXXX sangat concern dgn masalah ini ,ia sangat semangat dan sangat dinamis...harus muda...pintar...agresif dan berani ,bisa dibilang kami ini Top Gun...Bla...bla..bla...
Karmo : "Huebat tenan Mas,sampean , saya salut..."
AMYDDS : "Bapak kerja apa ? "
Karmo : "Ah..saya mburuh,asal dapat buat makan aja.Kalo gitu buat Mas-e ini kenaikan BBM nggak ngaruh ya ?"
AMYDDS : " Wah nggak tahu saya , bisa dibilang gak ngaruh lah !"
Karmo : " Ohh..Ngomong2 saya kan buta hukum,kalau orang yang sedang Mas bela itu ternyata memang bersalah,sampai sejauh mana pembelaan kita ,sampai hak2-nya tak dilanggar ato..? "
AMYDDS : "Ya..itu benar , tapi kami bekerja beyond of that meta ,kami berusaha utk membebaskannya"
Karmo : " Arrgh..mosoook ? kalau orang itu pembunuh ? atau koruptor ? "
AMYDDS : " Ya...itu sudah tugas kami.Klien menyewa kami bukan utk menjaga hak2nya,tapi membuatnya bebas "
Karmo : " Wah maaf ya ..tapi kedengarannya sangar ,kasihan juga keluarga korban kalau pembunuh bisa lolos"
AMYDDS : " Wah Pak..kalau di area hukum anda harus tega , kalau main perasaan ya anda kalah terus,biasanya kalau kasusnya berat dan sudah disorot media nggak bisa bebas sih tapi berapa lama masuk kotaknya yang dijadikan target,tapi kalau bisa bebas ya bebas , apa boleh buat "
Karmo : "Ohh..gitu ya.Maaf ya ,tapi utk mbuat semua itu sesuai dengan skenario anda tentunya anda harus mbayar mahal ya ?"
AMYDDS : " Tepatnya kami melakukan lobi dan deal2.Itu biasa .Kami punya resep dapur tersendiri.Itu yang membuat kami cukup disegani ,karena cukup sukses di kasus2 besar"
Karmo : "Saya dengar ada sorotan ttg mafia peradilan..maaf ya , bukan utk menyinggung ,tapi ada nggak sih ?"
AMYDDS : " Ah...itu kan istilah orang2 yang gak ngerti cara mainnya ,coba aja kalau dia ato keluarganya lagi dibelit masalah pasti gak tereak2 gitu .Saya ini sudah lima tahun Pak nanganin kasus2 serius ,diancam dibunuh-pun pernah,tekanan dan stressnya luar biasa .Tapi Boss XXXX memotivasi kami utk selalu terus bekerja keras melawan chalanges , itulah hidup kata beliau ,terus terang saya kagum dengan lidersip-nya. "
Karmo : " Ohh....."
Pikiran Karmo menjalar ,berkelok kelok mengikuti laju ArgoGendheng yang menerjang dataran tinggi Cilame,masih termangu-mangu.
Karmo : "Mas..,sori ya tapi ini agak sedikit personal,hanya kurius aja sih , seringkah dalam pekerjaan Mas ini keadaannya sangat tidak seiring dengan nurani Mas ? "
AMYDDS : "Wahh..Pak,kalau ngikuti nurani saya gak bisa setegar ini.Kalau urusan nurani saya lewat -lah .Lha ini khan masalah hukum.Maaf ya Pak , saya tinggal sebentar saya mau sholat dulu"
Karmo : " Ohh..ya..ya.. silahkan Mas "
ArgoGendheng terus saja melaju, seolah meliuk liuk di punggung perbukitan ,meski rasanya seperti hanya mbulet di dalam perut Karmo.Ada rasa mual,entah karena setengah jam lagi bedhug Buka Puasa ato karena jawaban2 si AMYDDS.Pikirannya ngelayap ,membayangkan gerombolan anak2 muda yang demikian energik-nya,mereka terkekeh kekeh ditengah kasus si Kecil ,si PaluGodam ,si Jendral dan si BintangPilem,melaju membelah belantara kehidupan,bersabung dengan perkara2 berat di pengadilan ,membayangkan nurani si AMYDDS yang sedang digorok oleh pasal2.
Karmo melirik ke arah AMYDDS yang sedang komat kamit.Beranikah ia melafal "ihdinashshirootol mustaqiimmm...." ?

No comments: