Pikiran Karmoleyo masih kelayapan kesana kemari,susah sekali tidur malam ini,meski badan sudah linu-linu tapi mata tak juga bisa terpejam,ia masih teringat tubuh Aliyah yang tertinggal di belangkrah,di bawah reruntuhan antena parabolik.Sudah dua kali tanah bergetar ,seperti malam2 sebelumnya juga lindhu datang beberapa kali ,tapi tak mengusik pikirannya ,ini menjadi sebuah kebiasaan yang sebelumnya ia tak biasa.
-----------------------------------
Sesiang tadi ia dan rekan2nya menyusur daerah Lampaseh yang carut marut dengan brangkal ,besi dan kayu2 tak terurus ,ditambah dengan sisa hujan semalaman yang membuat daerah puing yang hampir rata dengan tanah ini mulai berlumpur.Matahari sudah lewat pertengahan,mayat2 yang sudah terkumpul dijajar ditepi rongsokan sedan yang sudah ajur,bau anyir merata ke semua penjuru,menebarkan aroma khas,ini evakuasi hari ke 19 paska kejadian,mayat2 pun sebagian sudah mumur terendam air dan lumpur,mirip gudheg dengan sereh yang berlebihan,belatung meruap dari lubang2 tubuh,sebagian pun sudah mretheli jika diangkat ,sebagian melembung berisi air dengan kulit mengkilat kejingga-jinggaan .Afan,mereka sahid.
Karmoleyo masih terus menyisir dari brangkal satu ke brangkal lain.Beberapa hari ini ia sudah mirip anjing,yang mengenali buruannya dari saraf di hidung.Di sekitar antena yang rubuh ia berhenti,baunya mengundang,ia segera mengais.Mayat anak kecil ini sudah prothol dan rusak ,di tangan kirinya masih ada gelang ,dengan tulisan Aliyah ,mungkin itu namanya.
" Plastik..plastik.." Karmoleyo meminta kantong mayat.
"Abis mas..udah abis.."teriak dari seberang
Sebuah truk besar dengan label Marinir berlari kencang,di lambungnya ada coretan: Hantu Laut ,berhenti di samping mayat yang dijajar.Diatas truk sudah separo berisi kantong2 plastik berisi mayat.Kantong2 plastik berjajar pun dinaikkan.
"Aliyah , kau tunggu disini ya " Karmoleyo mengejar kearah truk berhenti.
"Masih ada kantong , Mas ?"
"Gak ada"
Truk besar yang sudah sarat pun melaju kencang meninggalkan area,kearah lembah antara Lambaro dan Blang Bintang , pemakaman masal.
Ia mulai resah ,sementara rekan seperburuannya mulai datang ke pool untuk di-sterilkan.
"Masih ada kantong sisa ?"
"Dah abis .. "
"Besok aja diambil,tutupi dulu pake kayu biar nggak diseret anjing" seru lainnya.
Gusti Pangeran ! Karmoleyo benar2 meratap ,berharap menemukan satu,satu saja kantong plastik buat Aliyah.Hari ini seratus kantong plastik sudah habis,kemarin seratus lima puluh ludes juga untuk menyisir Lhok-Nga.
Truk jemputan datang.Semua naik ,Karmoleyo naik juga , meninggalkan Aliyah sendirian ,kesepian disela puing , dibawah runtuhan antena parabolik, ia sudah menutupnya dengan rombeng kain dan papan.
"Besok aku akan mengambilmu ,Aliyah "
Pastilah ,masih ada ratusan Aliyah lain ,di sekitaran Ulee-Lheule,Peunayong,Deah Glumpang ,Punge Jurong ....
---------------------------