Saturday, December 25, 2004

mimpi di siang bolong..

Sepertinya ungkapan 'bak mimpi di siang bolong' benar benar terjadi.Di siang yang bener2 bolong itu ketika tengah terkantuk ,entah karena makan siang yang terlalu berat,Karmoleyo bermimpi seolah olah kerjaan yang sudah dikebut tiga hari ini dan tetep nggak kelar ,malah sudah rampung ,rasanya bener2 sudah rampung ,rasa ayem menyelinap karenanya himpitan serasa kendor seketika.Tapiii...ketika ia terjaga dan mendapati tumpukan lemburan masih saja teronggok diatas meja maka sertamerta ia muring , bener2 kacau ! rasa ayem-pun mencelat dari tengkuknya.Ck!



Mimpi memang sebuah misteri .Tak terhitung pula peristiwa yang indah,aneh,runyam dan penuh petaka katanya diawali dari sebuah mimpi.Pun tak sedikit para nabi yang beroleh wangsit dari mimpi-nya,bahkan clairvoyant-pun mengaku membaca masa depan lewat mimpi.Tak sedikit orang yang beranggapan bahwa mimpi sebenarnya adalah perlambang,entah tentang suatu kejadian yang akan datang ataupun tentang isyarat halis .Dus ,varietas mimpi pun tak gampang diklasifikasi.

Karmoleyo kadang bermimpi ,seolah sedang maju ujian ,sedang ia samaa..sekali tak siap dan tak ngeh tentang materinya.Fiuhh..,di dalam mimpi yang sama ia duduk di deretan paling belakang dannn...tiba2 tersadar kalau ia tak pakai celana.Keringatpun mengalir ,dua problem besar di sebuah mimpi yang konyol.Apakah ini sebuah isyarat ? bagi Karmoleyo itu bukan isyarat ,tapi keniscayaan bahwa kalender sudah menunjuk angka 20 keatas ,tagihan menumpuk sedang setoran belum jangkep.Dan tekanan dari sebuah kenyataan pun dengan ringan meresap ke alam mimpi.

Di kesempatan lain ia mimpi terjatuh , tak nyampai2 ke darat,seperti melayang hoyag hayig tanpa ujung pangkal,badan seperti terkena komplikasi antara kesemutan dan ketakberdayaan.Tangan seolah menggapai tapi kenyataan masih terkulai dibawah selimut,mulut seolah teriak tapi pita suara terkucir rapi.Apakah ini juga isyarat ? katanya hanya salah posisi tidur sehingga aliran darah tersendat.

Waktu kecil ia gamang ketika berjalan menuju kloset,membuka ritsliting,mengontrol arah bidik...sampai disini semua terasa benar2 riil,seperti nyata yang senyata nyatanya ,begitu fluida memancar ,rasa hangat merambat tak hanya ke arah bidik , juga di sekitar perut dan semua area paha ...blaik! celana ,sarung dan sprei basah kuyup.Apakah ini yang namanya mimpi basah ? tak sepenuhnya benar.

Warsito Ceki adalah profil lain.Baginya mimpi bukanlah kembang tidur,tapi memiliki koneksitas magis dengan deretan angka.Ketika ia mimpi digigit ular , malamnya harus pasang dua nomeran: empat satu.Empat adalah jumlah gigi taring si ular ,sedang ular artinya satu,entah mengapa.

"Dapat ?"

"Wah,nyaris,cuma lupa ndak tak mistik.."

Mimpi tak mengenal ras dan peradaban.Hollywood-pun tak ketinggalan mengolah area ini menjadi beberapa film.Flatliners yang dibintangi Pak Kiefer dan kawan-kawan bercerita tentang beberapa dokter muda yang bereksperimen dengan melawat ke negeri mimpi lewat mati suri.Sedang dalam cerita Total Recall aktor berotot Arnold nekad pergi ke planet Mars untuk mencari kejelasan tentang kisruh di kepalanya karena hilangnya bedheng antara mimpi dan realitas.

Beberapa Empu ternama membuat kamus terjemahan tentang mimpi,para ilmuwan berusaha menguak tabir dibalik mimpi,anak-anak kecil sibuk menceritakan mimpi semalam pada ibunya,Petruk bermimpi jadi raja, Mbak Tutut bermimpi nyopir scorpion,Karmoleyo bermimpi di siang bolong ,tentang orang2 yang datang kepadanya dan bercerita tentang mimpi aneh,mimpi buruk,mimpi serem,mimpi birahi...

Wednesday, December 01, 2004

Bu Kepsek



Matahari belum sepenggalah.Bubaran sholat Ied di prapatan kampung itu ditutup dengan salam2an sambil maaf2an.Tiba2 mata Karmoleyo terantuk ke sebuah profil,seorang Ibu yang sudah keperak-perakan rambutnya,tapi raut itu samar2 masih ia ingat.Ya..ya..Itu bu guru SMA nya tempo dulu.

"Sugeng riyadi ,Bu...saya dulu murid-nya Ibu" Karmoleyo berusaha nge-link dengan takzim.

"Oh..mas siapa ini,lali aku , wah..ya memang sudah tua,sudah lama pensiun" Si Ibu berbinar binar.

"Saya Karmoleyo ,Bu.."

"Oalahh..ngeer..iki putrane sing nomer piro?,wes piro kabeh-e? , sak-iki lenggahe ngendi?" Si Ibu sibuk ngelus-elus gundul anak2 Karmoleyo.Pembicaraan hangat pun melumerkan suasana pagi.Karmoleyo tiba tiba merasa sangat dekat dengan ibu guru-nya , padahal dulu waktu sekolah tak seperti ini.

"Wah,mas..aku melu bungah ,panjenengan wes kasil ning paran" Bu guru menutup percakapan pagi itu ,sambil memeluk Karmoleyo,ya..memeluknya...dan hatinya tambah nggak keruan ketika ternyata melihat ibu guru itu melelehkan air mata ,hanya melihat keberhasilannya beranak pinak.

Cangkang mata Karmoleyo tiba2 terasa hangat dan basah,pikirannya melesat ke belasan tahun silam ,saat ibu guru itu mengajar di kelasnya.Ada sedikit rasa menyesal,ibu guru itu dengan sabarnya menjelaskan materi pelajarannya ,ketika pada saat yang sama di deretan bangku paling belakang Karmoleyo sedang sibuk menyimak buku dibawah laci ,Winnetou Gugur besutan Karl May.

Oh benar,tak bisa dipungkiri kebenarannya ,ibu itu turut mengantar keberhasilan Karmoleyo beranak pinak,dan itu adalah anugerah.

--------------------------------------------------

Sekian ratus siswa menegakkan umbul2 di halaman sekolah.Mereka punya tuntutan final: Bu Kepala Sekolah harus lengser dalam waktu tiga kali 24 jam.Tuntutan itu sudah final ! tak ayal puluhan spanduk pun memanaskan suasana ,dihiasi orasi para wakil siswa.Seolah mereka mendapat ilham dari para senior-nya para mahasiswa yang telah duluan melengserkan presiden republik.Dan ,sekali lagi atas nama demokrasi sejarah menorehkan tintanya di lembaran SMA yang terkenal adem ayem dan 'katanya' berprestasi itu.Rupanya unggah-ungguh harus dilorot jika harus berhadapan dengan kata demokrasi ini .Jabangbayik ! kalian demo ibu kalian sendiri dengan umbul2 ,seolah sudah kering dari kata2 yang santun untuk sekedar bicara dan berkeluh-kesah.Menebar aib ke koran2 ,menceritakan tentang jedhing kita yang lumuten dan koreng di bokong kanan! Apalah juntrungnya piawai matematika dan fisika ,bahkan berebut piagam olimpiade ,jika tak bersanding dengan unggah-ungguh dan andhap asor.Memang kacabenggala kita tak kalah muram,sedang yang ubanan di parlemen pun dengan berderet gelar profesor dan doktor ,bergunjing dan berebut balung ,meninggalkan laku luhung dan berlagak mbilung.

Wahai yang sedang panas dan digadhang-gadhang oleh masa depan,tak perlu teriakan heroik dengan megaphone,sedang ibumu pasti mendengar ,meskipun kau hanya meringis.Ia pasti rela dan sabar dengan kebingunganmu ,mengais-ngais pengetahuan untuk kebaikan kelak . Ia pasti melindungimu , meskipun kau semua mbeling-goci dan nungkak krama,lenggak-lenggok hanya karena memakai badge warna ijo .Maka ,tak perlu lagi itu megaphone,karena ibumu mendengar.Ia mendengar.

Sudahlah...

Tak usah sedih Bu...

Semua pernah keliru,dan tak akan jauh2 dari kekeliruan.

Andai waktu bisa diputar putar dan dibolak- balik ,kalian pasti akan kangen dengan Bu Kepsek yang sudah dilengserkan,dan jika kalian tertetes airmatanya ,kalian akan layuh,jangankan megaphone dan umbul2 ,mengangkat pena-pun tak akan kuasa