Pak SBY terus melaju dengan lebih dari 60 persen suara,meskipun palu belum diketok oleh KPU namun udah terlanjur ribuan tamu nylameti Pak SBY di Cikeas.Ada yang benar2 iklas nylametinya ,mestinya tak sedikit pula yang sedang gerilya cari muka ,e...siapa tahu nanti di-sms untuk jadi menteri,bisa jadi ada beberapa yang sembari nylameti pasang strategi untuk cari slamet.Pak Jendral yang terkenal adem ini sebentar lagi akan menahkodai perahu yang sudah penat dengan penumpang yang lagi mabok demokrasi,yang berharap penuh tanpa reserve bahwa begitu sadar dari mabuknya perahu pas buang jangkar di pulau yang loh jinawi .Segudang harapan disampirkan diatas pundak sang nahkoda yang harus mengendalikan pengembalian utang luar negeri (jumlahnya hampir tak masuk akal),yang harus mengkutak-katik angka korupsi yang hampir setengah nilai APBN,warisan subsidi BBM ,biaya pendidikan yang meroket dan setumpuk masalah besar lainnya yang kalau diusut-usut bisa bikin ngeri sebelum mulai mengurai.Pun kali ini ,yang jadi agak ganjil,posisi pak jendral yang didapat tanpa didukung mayoritas legislatif."Selamat ya...Pak Jendral,saya nggak sempat mampir ke Cikeas" ujar Karmoleyo.
-----------------------------------------------------
Pagi ini semua jadi agak berantakan,entah waktu bangun pagi Karmoleyo salah langkah,atau memang rasi bintang lagi punya susunan yang melemahkan gravitasi,sampai-sampai gelas yang untuk gosok gigi-pun mrucut dari tangan tanpa sebab.Rupanya itu belum selesai,di kantor-pun dia sudah dicegat dengan beberapa kastemer yang komplain (tepatnya:ngamuk) ,boss yang meruap dengan amarahnya karena Karmoleyo masih tersangkut sisa pekerjaan di site,dan...tanggal tua!!! ruangan ber-AC seolah olah terasa mirip sauna.Ah..alangkah malangnya saya...
Tiba2 Karmoleyo teringat "teori inul" .Jagoan joget antar kampung ini melejit sinarnya setelah ia sempat dikuyo-kuyo oleh Oma Irama.Rakyat jelata membelanya dari penindasan si Raja Ndangdut.Apalagi ketika kamera tivi ikut-ikutan meng-klos-ap wajah Inul yang lagi prembik2 sambil bersedu-sedan "Wes-lah...aku tak balik ke kampung aja jualan di warung...".Maka bagaikan efek Tyndall,rakyat di seantero Indonesia merapatkan barisan ke "si teraniaya" .Dari supir becak sampai kiai kondang berkomentar ,dan Inul-pun jadi tenar.
Teori inipun diusung oleh si Delon. Kenyang dikuyo-kuyo oleh dewan juri Indonesian Idol ,yang "adol bagus" lah ,yang suaranya cempreng-lah,yang lain2lah...ternyata sambil bertahan dan berdendang sebisa-bisanya sms simpati pun meluncur ke kandangnya .Terimakasih Mbak Titi Dije,terimakasih dewan juri...terimakasih...terimakasih...(lain kali yang lebih pedas lagi ya celotehannya !!).Delon-pun tersenyum senyum simpul .
-------------------------------------------------
Ketika Ibu Mega beringas melihat tingkah polah menteri menterinya yang pada legat-legot di dekat kursinya ,maka ada yang dengan titis mengamati dengan seksama "teori inul".Pun ketika sang suami berkomentar pedas ttg seorang menteri kala itu ,sang menteri enggan melawan sembari mendulang simpati publik.Seperti biasa...lulusan magelang yang sudah sarat dengan strategi tak melewatkan sebuah peluang aplikasi teori inul.Dan,simsalabim !! rakyatpun dengan sertamerta terseret kembali dalam olah rasa memelas.Bahkan ketika pos keamanan ditinggalkan oleh petugasnya-pun rakyat bisa memahaminya dengan sempurna ,karena sang petugas sedang sibuk dihujani cemooh dan kuyo2.Hebat !
Kini sang nahkoda siap melaju ke depan ,membawa mimpi jutaan penumpang setengah mabok.Semoga ,meskipun ditengah rasa mabok para penumpang masih mampu mengamati dan menjaga arah laju perahu.Jangan seperti jalan angkot dan kopaja , yang berhenti ,belok kiri ataupun belok kanan ..hanya Tuhan dan sopir angkot yang tahu .Sekali lagi,selamat ya...Pak Jendral !
Wednesday, September 29, 2004
Thursday, September 09, 2004
mi instant...
Entah magnet apa yang membuat kontes2 semacam AFI ,Indonesian Idol ,KDI dan sebangsanya mampu menyeret perhatian berjuta-juta orang dan membuat sekian pemirsa tersihir hingga demi idolanya dan demi nyeneng2in atinya rela untuk kehilangan sekian puluh ribu hanya untuk SMS.Belum lagi perasaan dan waktu yang digarap oleh presenter sedemikian rupa sehingga para pemirsa melotot di depan layar dan bercemas-harap."Dari sekian juta SMS ,maka yang akan menjadi nde-nambe-wan esss.....setelah yang satu ini..!!" Maka iklan pun meluncur tanpa sopan santun ,malahan nggak tahu kenapa volume audio tipi jadi nambah sendiri,dan pompa konsumerisme pun dipacu tanpa kendali.20 menit setelah itu, "Hadirin sekalian ,pada malam yang bersejarah ini ,setelah dilakukan perhitungan suara SMS , maka Indonesia menentukan idolanya,en-nde-winer-esssss.....kita tunggu setelah yang satu ini..!!" . Jiambul walik ,tenan !!.
____________________________________
Yang tak kalah kalapnya adalah Pemerintah Kota Bandung .Ditengah keribetan dan kemacetan kota yang makin menjadi-jadi ,umbul2 promosi yang tumpang tindih tak teratur diseantero wajah kota dan jalan2 bopeng yang bertaburan merata di seluruh kota,eee..masih sempat sempatnya mengeluarkan surat edaran resmi bernomer 431/531-Disinkom,yang ditadatangani Sekda Kota Bandung yang isinya adalah himbauan agar warga kota Bandung mendukung Sungkar,salah seorang peserta Kontes Dangdut Indonesia di salah satu channel TV.
Salah seorang Capres-pun dengan rela ikutan nongkrong di baris depan sebuah kontes,masih dengan mata terkantuk-kantuk karena baru balik dari daerah menambang suara dari beberapa Ponpes,tapi ya...begitulah kalau mau ikut bermain dengan irama "setelah yang satu ini..." ,maka tak segan dan tak risih kesana kemari ikut2an mendendangkan lagunya KakaSlank.
-----------------------------
Begitulah kita,pikir Karmoleyo. Terseret dalam arus dan mekanisme 'serba instant' .Dalam sebuah kontes nasional tentang otomotif (yang sedang digelar)pun ,tak pelak kita hanya berkiprah sebagai ...nyaris penjaja.Nama perhelatannya adalah Pameran,meski yang dipamerkan adalah barang2 orang lain.Diatas 70% barang yang dipamerkan masih CBU,yang kita 'buat' sendiripun masih harus dipilah antara membuat dalam artian mendisain atau mempabrikasi. Sedihnya kita tidak berada di atmosfer disain ,yang menjadi komander dari lahirnya sebuah varian.Laiknya seorang bayi yang bapak atau ibunya bule,maka anaknya biasanya cantik dan berpotensi untuk jadi bintang pilem.Tapi lain dengan kijang innova,bapak ibunya dari negeri seberang,dan kita hanya seorang Baby_sitter.
____________________________________
Yang tak kalah kalapnya adalah Pemerintah Kota Bandung .Ditengah keribetan dan kemacetan kota yang makin menjadi-jadi ,umbul2 promosi yang tumpang tindih tak teratur diseantero wajah kota dan jalan2 bopeng yang bertaburan merata di seluruh kota,eee..masih sempat sempatnya mengeluarkan surat edaran resmi bernomer 431/531-Disinkom,yang ditadatangani Sekda Kota Bandung yang isinya adalah himbauan agar warga kota Bandung mendukung Sungkar,salah seorang peserta Kontes Dangdut Indonesia di salah satu channel TV.
Salah seorang Capres-pun dengan rela ikutan nongkrong di baris depan sebuah kontes,masih dengan mata terkantuk-kantuk karena baru balik dari daerah menambang suara dari beberapa Ponpes,tapi ya...begitulah kalau mau ikut bermain dengan irama "setelah yang satu ini..." ,maka tak segan dan tak risih kesana kemari ikut2an mendendangkan lagunya KakaSlank.
-----------------------------
Begitulah kita,pikir Karmoleyo. Terseret dalam arus dan mekanisme 'serba instant' .Dalam sebuah kontes nasional tentang otomotif (yang sedang digelar)pun ,tak pelak kita hanya berkiprah sebagai ...nyaris penjaja.Nama perhelatannya adalah Pameran,meski yang dipamerkan adalah barang2 orang lain.Diatas 70% barang yang dipamerkan masih CBU,yang kita 'buat' sendiripun masih harus dipilah antara membuat dalam artian mendisain atau mempabrikasi. Sedihnya kita tidak berada di atmosfer disain ,yang menjadi komander dari lahirnya sebuah varian.Laiknya seorang bayi yang bapak atau ibunya bule,maka anaknya biasanya cantik dan berpotensi untuk jadi bintang pilem.Tapi lain dengan kijang innova,bapak ibunya dari negeri seberang,dan kita hanya seorang Baby_sitter.
Subscribe to:
Posts (Atom)
madhep ngalor..
madhep ngidul...
nyawang ndhuwur...
ndhingkluk..
akhire yo mung tetep bingung