Tuesday, June 08, 2004

Sebuah Guyon Jenderal

guyon jendral...
jok dilebokno ati ,opo maneh dilebokno pikiran...


--------------
Kivlan Zein: "Idenya pertama itu adalah Wiranto perintahkan saya untuk
mendukung Sidang Istimewa. Dia mengatakan sama saya pada waktu 4 November
1998 jam 15.30 di mabes ABRI Merdeka Barat. Dengan garuk-garuk kepala
pusing, dia "Kiv kok semuanya anti SI? Cobalah kau kerahkan itu pendukung SI
jangan yang anti saja. Ini juga perintahnya Habibie . Dan kamu punya
pengalaman." 2 Mei 1998 saya merebut juga MPR dengan massa 50 ribu dari
tangan mahasiswa."

Karmoleyo: "Lho...,Pak Jendral , lha kalok yang ngomong itu mahasiswa
mungkin saya masih pikir2 , tapi lek sing omong itu sampeyan ,wah...ciloko
tenan."

Uang ikut bermain di sini. Menurut Kivlan Zein, pengerahan massa memakan
biaya Rp 7-8 miliar. Tapi yang dibayarkan Staf Wakil Presiden tanggal 11
November 1998 lalu baru Rp 1,25 miliar. Kivlan menjelaskan, berarti Wiranto
masih berutang Rp 5,7 miliar. Langsung kepada BJ Habibie, saat itu presiden
RI, sudah ditagih sisanya. Namun, kembali menurut Kivlan, Habibie
mengatakan, uangnya sudah di tangan Wiranto.


Karmoleyo,
jok dipikir...

No comments: