Thursday, May 13, 2004

Tragedi Lali-Jiwo

Pelajaran paling penting yang mungkin harus diingat
warga kampung Lali-jiwo ini adalah 'mengingat' itu sendiri.Repotnya
gejala pelupa ini sudah sangat parah menghunjam ,bahkan untuk mengisi
blangko KTP pun orang pada lupa mencantumkan kampung Lali-jiwo.Dasar
jiwa yang pelupa.Tapi tak mengapa,karena Pak Carik-nya sendiri juga
manusia pelupa,sudah teken cek 40 miliar untuk mbangun irigasi kampung,
malah ia belikan tipi berwarna,dan ia bawa pulang.
Calon Kades yang cakep itu mrengenges di tipi,mukanya dimirip miripin
sama Ricar Ger bintang pilem idola ibu2 kampung.Minggu lalu ia dikuyo
kuyo sama Pak Kades gara2 kalah main badminton dengan kampung tetangga.
Ia hanya tertunduk,wajahnya melas dan itu mengundang simpati orang
sekampung .Ia pun dielu-elukan ,semua orang lupa kalau pada minggu yang
sama Ricar Ger dari Lali-jiwo ini habis nggebug-i Pardi Luwak sampai
babak bundhas hanya karena keliru sandal di langgar kampung.
Dasar pelupa,meski lumbung padi kampung Lali-jiwo sudah digadaikan ke
kampung sebelah sewaktu Pak Kades kalah main ceki,semua orang masih
suka foto bersama di depan lumbung.Tiada hari gothang tanpa utang,
nyaur pantang,hati senang tak peduli anak putu bakal mengerang.
Dasar pelupa,punya klambi sak lemari tapi anak putu dibiarkan wira-wiri
mbukak wadi.
Saking lupanya Pak Modin,waktu kehilangan motornya ia tak pergi ke polisi,
tapi ke Mbah wiryo Jrangkong ,dukun kampung yang ahli semua perkara.
Pak Polisi tersinggung ,tapi Pak modin sudah nggak ngrewes prosedur.
Mbah Wir : 'Ada perlu apa ,kisanak...?'
Pak Modin: (mbatin: wah..kalo maksud saya aja nggak bisa nebak,gimana mau
nyari motor saya)
'Saya mau menanyakan motor saya yang hilang ,Mbah..'
Mbah wir : 'Sebentar ya ,kisanak...'

Sementara Pak Modin menunggu, Mbah Wir sibuk wira wiri ,bolak balik,keluar
masuk kamar dan nggeledhah-i kolong meja.Gelisah.Bingung.

Pak Modin : 'Nyari apa tho , Mbah...?'
Mbah Wir : 'Ini lho,tadi habis mandi lupa naruh jam tangan saya dimana...'
Pak Modin : (wah...)
Mbah Wir : 'Kisanak,motor sampean sudah saya temukan,silahkan aja kisanak
gali pendhopo Balai Desa,motor itu ada disana'

Saking lupanya Pak Modin akan apa yang dibilang Mbah Wir ,mulailah ia
menggali ruang tengah Kantor Polisi.

No comments: