Pemilu sudah dekat ...
Semua partei sibuk menggelar ,kampanye ,jor-joran unjuk kekuatan seolah
kalau makin banyak itu makin bagus kampanye-nya,makin garang itu makin
menangan,dan makin kenalpot-nya dicopot 'suara'nya akan makin didengar.
Warna warni di seantero kota , seolah olah memaksa kita untuk menikmati jor-
joran bendera,pamflet yang dipasang ditembok-tembok,spanduk ,umbul2 dan entah puluhan jenis atribut lain yang bikin mata panas dan mengalirkan ketegangan diseputar kornea.Sampah sisa kampanye berserak menambah tambah sarat pemandangan.
------------------------
Mobil Mas waru-pun diselip sama rombongan yang menyapu dua ruas jalan,meskipun separuh mobil sudah masuk bagian tepi krakalan tapi toh masih juga kurang luas untuk para peserta pesta demokrasi .
Tiba tiba .."Dhuar !" kap mobilnya di-penthung sekeras kerasnya dengan kayu tepat diatas kepalanya.Penyok ? nggak sih , tapi tempurung emosi Mas Waru yang keburu penyok.
"Minggir...guoblogg!!" kata si empunya penthung.
"ASU !!.." pisuh Mas Waru
"Apa lu bilang ? sini turun !!gua sembelih lu!! " si empunya penthung tak kalah sangar.Malaikat izrail mendekat ke arena sambil geleng-geleng kepala.
Nyaris Mas Waru mengikuti mengikuti emosimeter-nya yang sudah mentok angka atas dan mulai berpikir dengan dhengkul .Untung Bu Waru cukup sigap untuk "ngerih-erih" suaminya supaya tetap 'ngambah lemah' .
-----------------------
Mas Waru bercerita tentang lawatannya ke negri jauh.Dimana pada hari2 kampanye malah tak ada orang di jalan.Orang2 berkerut dahi di depan tivi , di rumah rumah,di bar- bar , di tempat tempat umum mendengarkan dengan seksama janji2 dari para politikus dari sekian partei.Mereka sibuk berpikir dan berdiskusi tentang realistis tidaknya program2 partei .Tak ada yang namanya pesta demokrasi.Di negri ini bantheng-nya paling terkenal di pelosok jagad ,sangar ,500 pound ,napasnya berasap dan tanduknya hampir tiga kilan.Mas waru jadi ngeri , di negerinya sendiri,meskipun lebih kecil tapi urusan sangar, nggak kalah...
-------------------------------------------
Mas Waru dan istrinya masih sibuk diskusi gimana cara nyoblos.
"Nggak bisa mbayangin,kita aja yang ada tipi dan baca koran masih agak nggak dhong , gimana Yu Rumi yang bakul janganan itu ,apa coblosannya nggak mleset" ujar Mas Waru
Anaknya yang kelas 3 SD nyeletuk "Alaaahhh gampang ,aku aja udah bisa milih ,cukup tekan afi spasi mawar ,trus send ,trus yes..."
-------------------------------------------
madhep ngalor..
madhep ngidul...
nyawang ndhuwur...
ndhingkluk..
akhire yo mung tetep bingung
No comments:
Post a Comment