Sunday, January 11, 2004

Hanya Sebuah Kuartet

i Dadap hanya sebatang kayu yang mahir meramu berita,merangkai kata
yang nyaman utk dicerna,menyambung kejadian nyata dengan nurani kita,
tentang para bupati,petinggi ,raja tanah,duit hantu yang bersliweran
sampai carut marutnya negeri ini yang dirajai oleh siapapun akan tetap
kusut.

si Waru membawa sisi gelap dari keseharian kita ,dipoles-poles,diberi
bumbu ,kemudian ia masukkan ke kotak kaca ,agar mata kita bisa menjenguk
realitas yang menjadi menu utama kehidupan ibukota .
ia menyingkap ,undercover,bahwa artis2 yang gemerlapan pun makan
tahu-tempe dan butuh menangis.malam itu ia berharap bisa bertemu si Jati
,kayu bagus,kelas tinggi , tapi apa lacur si Jati tetap bertengger di
ke'jati'annya ,tak pantas ia diangkut taxi.

si Bangkirei berceritera tentang bantuan asing yang menggelontor ke negeri
ini ,jadi rebutan LSM ,jadi rebutan siapapun.Bagusnya, lsm itu seperti
yang di negri sakura ,ujarnya.Ia mengerti si Dadap berbicara apa,ia mahfum
si Waru mengarah kemana.

si Sengon ,bengong ,ia 'mangap' aja .Baru tahu kalo tanah dari tempatnya
duduk sampai belakang Sudirman Tower itu milik sang malaikat , yang tiupan
anak buahnya bisa mencabut nyawa.Baru sadar kalo sebuah slide sekian detik
dr STPDN harganya puluhan juta.Baru 'ngeh' kalo sebentar lagi mesti pemilu
dan mesti nyoblos milih presiden.iihh...

dulu ,kami di'dhedher' di kebun yang sama ,untuk tumbuh dan beranting
dengan cara yang berbeda.agak terasa nyaman bisa nggrombol2 dan bersilang
pikiran ngalor-ngidul.nggak ada misi,nggak ada bisnis,nggak ada
kepentingan yang khusus,hanya mencairkan sedikit ke-penat-an ditengah riuh
rendahnya Jakarta.

dixie-KTS
hanya sebuah kuartet.

No comments: