Merdeka Kisanak !
Betapa bingarnya kampung kami yang kecil dengan segala macam pertandingan dan karnaval .Semua untuk ulang tahun kemerdekaan yang sudah kesekian puluh tahun ,tepatnya 62 ,kalau umur orang kira2 itulah umur pensiun .Tapi jangankan pensiun , tertata dan dewasa aja kita ini masih jauh panggang dari api.
Si kecil Unyil bahkan tak punya feeling ,kenapa hari ini sekolah libur dan di semua tempat banyak upacara dan lomba2.
Merdeka !
Tapi benarkah kita sudah ,merdeka ?
Sementara sapi2 kita kalah bersaing dengan jutaan kaleng susu dengan merek nonlokal dan bertengger di-rak supermarket.
Benarkah kita sudah merdeka ?
Sementara ikan2 di wilayah perairan kita dirampok oleh kapal tetangga dan disegel di dalam kaleng untuk kemudian didistribusikan di pasar kita dengan label 'dipaket oleh negara tetangga' .
Benarkah kita sudah merdeka ?
Sementara minyak di perut ibu pertiwi di-ojos2 dan diselang oleh para expat untuk dialirkan ke tandhon mereka dan mereka listing seenak udel di WallStreet .
Benarkah kita sudah merdeka ?
Sementara jutaan mobil dengan segala merek asing menjelajah jalan raya di segenap negeri dibuat dengan bijih besi yang dikeruk dari gunung2 nusantara.
Benarkah kita sudah merdeka ?
Sementara untuk sekedar mbayar sekolah putra-putri ,kisanak harus merogoh kantong sedalam dalamnya disertai variasi utang kerabat dan kantor.
Benarkah kita sudah merdeka ?
Sementara tak pernah terlahir rumus Paijo ,formula Paiyem ataupun kiat ekonomi yang memang bisa menjadi obat penyakit kemelaratan nasional yang akut .Ini negeri loh jinawi ,tapi di tepi kilang minyak dan gas pemilik negeri ini hidup dibawah atap rumbia ,disamping gunung emas dan perak mereka disingkang dan melakukan survival memakan ubi dan tidur ngeloni babi ,ditengah kelebatan hutan yang maha luas mereka diseret ke balik jeruji hanya karena mencari kayu bakar ,sedangkan seorang 'manusia setengah dewa' yang bertitel pengusaha sedang asyik mengolah 3 juta hektar hutan untuk dibakar ,dibalak dan digarong kayunya dengan serta merta ,di negeri ini ada berapa ratus 'manusia setengah dewa' kisanak ? dan tahukah engkau kisanak ,3 juta hektar adalah luas seluruh negara Swiss .
Benarkah kita sudah merdeka ?
Sementara kejahatan korporasi telah menggorok paksa ketahanan seluruh lini kehidupan primer ,menguasai pangsa obat dan fasilitas kesehatan, perumahan rakyat dan mesin2 industri .
Benarkah kita sudah merdeka ?
Sementara tangan asing masih kuat mengelindan jerat erat urat syaraf perbankan ,telekomunikasi ,farmasi ,gula ,beras ,kapas ,industri ,bijih besi ,plastik ,bahkaaann..air !! dinegeri dengan samudra terluas ini ! ya ,air kisanak disimpan dalam tempurung plastik dan dikangkangi negeri asing dengan semangat Vini air ,Vidi untuk tindak culika ,Vici gerincing Euro !
Benarkah kita sudah merdeka ?
Sementara pers dan media komunikasi dengan semangat 'sekali merdeka ,merdeka sekali !' sangat merdeka ,merdeka banget ,luar biasa merdekanya sehingga sebagian sudah seperti kuda binal habis minum arak .Seperti pedang bermata dua ,kadang untuk menggali borok keserakahan ,kecabulan dan kebobrokan tapi diwaktu lain berada ditangan garong dan kecu ,ya tahu sendirilah buat apa ..
Kisanak ,saya jadi maklum kenapa kemerdekaan selalu diperingati tiap tahun dan bukan diisi tiap saat dengan perjuangan kemerdekaan ulang dari penjajahan gaja-baroe .
Sudahkah kita merdeka ?
Sementara keluh kesah ini masih ditulis dengan StarOffice dari Ubuntu diatas laptop Dell .Ck !
Duh Gusti ! kapan kami akan merdeka lahir bathin ? dan bahkan untuk 'njangkar' namamu Gusti saja di tanah ini saya tak merdeka lagi .
Merdeka ?
17 Agutus 2007
Friday, August 17, 2007
Sunday, July 22, 2007
makhluk sempurna
Tuhanpun berkata " Wahai ,para planet ,triliunan bintang , galaksi,komet ,meteorits dan para kabut kosmos aku telah jadikan dan tumbuhkan kalian sebagai makhlukku yang handal , blegermu luar biasa besar ,gerakanmu super gesit ,bahkan kau jelajah ruang paling gelap dan jauh dimana cahaya pun belum pernah sampai kesana sejak aku ciptakan. Tunduklah dalam peraturanku"
Maka semua bintang gemintang ,dari yang cuma sebesar debu kosmik sampai yang seberat sekian milyar kali bumi berjingkat dan merunduk " Kami patuh dan taat pada garis edarmu ya Gustii.."
"Kalian makhlukku yang paling sempurna ,maka hendaknya kalian juga sempurnakan ketundukan kalian "
"Sendika Gustii.." serempak mereka tertib mengikuti kitab peraturan langit.
"Gusti ,kenapa tubuhku hanya kecil begini ,bagai belahan zarah di tengah kegagahan dan kebesaran bintang lain yang Engkau gelar di semesta ini " Sang Bumi sedikit protes.
"Wahai bumi ,kau tenang sajalah ,kaupun tetap sempurna ,bahkan kelak dari saripatimu tubuhmu akan kutumbuhkan makhluk lain ,dan hanya dari tubuhmu yang kulengkapi dengan aneka tetumbuhan ,oksigen dan air mereka bisa hidup.Singkat kata milyaran dari mereka akan kubiarkan melenggang gaya diatas perutmu ,dann..hidup diatasnya mengelola tubuhmu " Kata Gusti.
"Haah??!! ,milyaran dari mereka diatas tubuhku ? yang benerr ,sekecil apa lagi mereka ?? "
"exactly ,mereka kecil dan presisi ! "
"buiyuh ..."
--------------
"Wah..alangkah riangnya hari ini wahai kau burung emprit "
"Itulah..saya lagi asyik mensyukuri semua kelebihan yang diberikan Sang Pencipta ,sebagaimana sabdanya bahwa kita adalah makhluk yang paling sempurna ,ada yang bisa terbang ,ada yang bisa menyelam ,ada yang hidup nyungsep di dalam tanah ,ada si kaki seribu ,ada si kaki empat ,ada yang hidup di kegelapan dasar air bahkan ada yang bertinggal di salju .Itulah kesempurnaan kita .Bagaimana menurutmu wahai harimau ? "
"Ya..ya..aku juga selalu sibuk mengaum ,mendendangkan lagu2 kebesarannya ,sebagai makhluk pilihan tentunya kita ini ya..selalu riang2 aja ,happy2 aja lah ,lenggak lenggok kesana kemari ,semua tersedia tinggal ngambil tak usah beli ,rantai makanan sudah disusun ,lha kita tinggal ikut pakem saja "
"Dengar2 pernah ada manusia yang diberi ijin mengintip kitab peraturan hewan ya ? dia terkejut luar biasa katanya "
"Katanya sih gitu ,namanya Sulaiman atau apa gitu .."
-----------------
"Jadi gimana nih Sob? kita buka lahan lagi ,mumpung air sungai belum terlalu deras ,kayu2 nggak kocar kacir hilnag kebawa arus "
" Bukit Kawai kemarin sempat longsor tergerus air hujan ,itu khan daerah kita saat musim tebang ?"
" Lah , sisa yang belum ditebang khan masih banyak ,kayaknya juga harus manggil pak kiai supaya musim tebang ini kita slamet semua "
"Iya atuh ,sok ,diatur atur ajalah .."
Seminggu kemudian..
"Saudara sekalian ,mari kita tundukkan kepala sejenak ,memohon palilah dari Alloh ,sebagai makhluknya yang paling sempurna dan disayang tentunya Alloh ciptakan semua ini untuk kepentingan manusia ,dan sesuai dengan tuntunan kitab suci kami memohon berkahmu ya Alloh .."
"Amiinn.."
"Moga2 musim tebang ini kami slamet semua"
"Amiinn.."
"Semoga tidak terjadi tanah longsor lagi .."
"Amiinn.."
"Semoga kali ini kita dapat bekerja dengan tenang tanpa dikejar-kejar aparat .."
"Amiinn.."
"Dan semua jajaran kodim.."
"Amiinn.."
"Dan polres"
"Amiinn.."
"Selamat dunia wal akerat .."
"Amiinn.."
"Amiiiiinn..."
;-)
Maka semua bintang gemintang ,dari yang cuma sebesar debu kosmik sampai yang seberat sekian milyar kali bumi berjingkat dan merunduk " Kami patuh dan taat pada garis edarmu ya Gustii.."
"Kalian makhlukku yang paling sempurna ,maka hendaknya kalian juga sempurnakan ketundukan kalian "
"Sendika Gustii.." serempak mereka tertib mengikuti kitab peraturan langit.
"Gusti ,kenapa tubuhku hanya kecil begini ,bagai belahan zarah di tengah kegagahan dan kebesaran bintang lain yang Engkau gelar di semesta ini " Sang Bumi sedikit protes.
"Wahai bumi ,kau tenang sajalah ,kaupun tetap sempurna ,bahkan kelak dari saripatimu tubuhmu akan kutumbuhkan makhluk lain ,dan hanya dari tubuhmu yang kulengkapi dengan aneka tetumbuhan ,oksigen dan air mereka bisa hidup.Singkat kata milyaran dari mereka akan kubiarkan melenggang gaya diatas perutmu ,dann..hidup diatasnya mengelola tubuhmu " Kata Gusti.
"Haah??!! ,milyaran dari mereka diatas tubuhku ? yang benerr ,sekecil apa lagi mereka ?? "
"exactly ,mereka kecil dan presisi ! "
"buiyuh ..."
--------------
"Wah..alangkah riangnya hari ini wahai kau burung emprit "
"Itulah..saya lagi asyik mensyukuri semua kelebihan yang diberikan Sang Pencipta ,sebagaimana sabdanya bahwa kita adalah makhluk yang paling sempurna ,ada yang bisa terbang ,ada yang bisa menyelam ,ada yang hidup nyungsep di dalam tanah ,ada si kaki seribu ,ada si kaki empat ,ada yang hidup di kegelapan dasar air bahkan ada yang bertinggal di salju .Itulah kesempurnaan kita .Bagaimana menurutmu wahai harimau ? "
"Ya..ya..aku juga selalu sibuk mengaum ,mendendangkan lagu2 kebesarannya ,sebagai makhluk pilihan tentunya kita ini ya..selalu riang2 aja ,happy2 aja lah ,lenggak lenggok kesana kemari ,semua tersedia tinggal ngambil tak usah beli ,rantai makanan sudah disusun ,lha kita tinggal ikut pakem saja "
"Dengar2 pernah ada manusia yang diberi ijin mengintip kitab peraturan hewan ya ? dia terkejut luar biasa katanya "
"Katanya sih gitu ,namanya Sulaiman atau apa gitu .."
-----------------
"Jadi gimana nih Sob? kita buka lahan lagi ,mumpung air sungai belum terlalu deras ,kayu2 nggak kocar kacir hilnag kebawa arus "
" Bukit Kawai kemarin sempat longsor tergerus air hujan ,itu khan daerah kita saat musim tebang ?"
" Lah , sisa yang belum ditebang khan masih banyak ,kayaknya juga harus manggil pak kiai supaya musim tebang ini kita slamet semua "
"Iya atuh ,sok ,diatur atur ajalah .."
Seminggu kemudian..
"Saudara sekalian ,mari kita tundukkan kepala sejenak ,memohon palilah dari Alloh ,sebagai makhluknya yang paling sempurna dan disayang tentunya Alloh ciptakan semua ini untuk kepentingan manusia ,dan sesuai dengan tuntunan kitab suci kami memohon berkahmu ya Alloh .."
"Amiinn.."
"Moga2 musim tebang ini kami slamet semua"
"Amiinn.."
"Semoga tidak terjadi tanah longsor lagi .."
"Amiinn.."
"Semoga kali ini kita dapat bekerja dengan tenang tanpa dikejar-kejar aparat .."
"Amiinn.."
"Dan semua jajaran kodim.."
"Amiinn.."
"Dan polres"
"Amiinn.."
"Selamat dunia wal akerat .."
"Amiinn.."
"Amiiiiinn..."
;-)
Friday, June 08, 2007
Ki Detik menghadang Burung Merak
Kisanak ,
Meskipun agak sumbang dan tidak bersajak a-b-a-b ataupun mengikuti gurulagu tapi tetap saja seniman Ki Detikdotkom telah mengguratkan sebuah puisi ,bersyair mengalir seperti mengalirnya sungai kehidupan ,sebuah syair kelanggengan di kancah kehidupan keseharian ,betapa Ki Detik telah merekam dan mengekspresikan kebiasaan sebuah negeri yang menguasai seni colong-jupuk.Nikmati saja :
Alamakk..Kejagung Sita Lagi Aset Widjan..........
Tebak-tebakan Ginandjar Diperiksa Kasus Exxor Balongan
Sidang Perdana Korupsi Helikopter Mi-17 Digelar di PN Jakpus
SBY Jadi Target Brigade Pemburu Koruptor
2 Mantan Pejabat BI Mangkir Pemeriksaan Kasus BPPC
Demo Kejari, Massa Minta Bupati Semarang Dikeluarkan dari LP
Faisal Basri Rogoh Kocek Rp 1 M Demi Dilirik Parpol
Saksi Korupsi Timor Mulai Diperiksa Kejagung Pekan Depan
DPR Nikmati 1/3 Dana DKP yang Dibukukan Andin
Syaukani Bantah Salahgunakan Dana Bantuan Sosial
2 Eks Wakil Ketua DPRD Jateng Divonis Satu Tahun
Keluar RS Kariadi, Bupati Semarang Digiring ke LP
Dana Nonbujeter Ada karena Sistem Keuangan Negara Tidak Beres
Kejagung Akan Sidik Kasus VLCC
4 Mantan Pimpinan DPRD Bandung Divonis Bebas
Eksepsi Bupati Kendal Ditolak, Sidang Korupsi Rp 52 M Dilanjutkan
DKP Kirimkan Zakat Lewat Dana Nonbujueter
Dimungkinkan Tersangka Baru Penggelembungan Blangko Pajak STNK
Berkas Kasus Sapi Impor Fiktif Bulog P21
Sekjen Depkeu Bungkam Soal JPS
Mantan Komisaris Utama Bank Mandiri Diperiksa Kejagung
DPR Tidak Niat Bikin Pansus BLBI
Cekal Akuntan Hitam, DPR Didesak Bikin UU Akuntan
Gus Solah Siap Buka-bukaan Dana DKP ke KPK
Kejagung Sidik Korupsi Timor Putra Nasional
Mantan Wakil Ketua DPRD Makassar Diperiksa Korupsi Damkar
Kasus Dana Pilpres Ilegal Akan Dibawa Anggota DPR ke MK
Kejagung Sidik Lagi Korupsi Kredit Bank Mandiri di PT Oso
Orasi Ilmiah Rokhmin Dibiayai DKP Rp 300 Juta
Polisi Didesak Tuntaskan Kasus Korupsi Mantan Bupati Rohul
Kembalikan Uang DKP, Amien, Gus Solah & Hasyim Jangan Dibui
Mulyana: Dana Asing untuk Capres Lewat LSM dan Tim Sukses Daerah
Presiden Beri Surat Kuasa kepada Kejagung Hadapi Uang Tommy
Kejagung Gugat Yayasan Soeharto Rp 11,5 T Sebelum 22 Juli
Tommy Soeharto Terbangkan Sempati Air Pakai Uang Yayasan
ICW Diperiksa BK Soal Kasus DKP
Tommy Berkelit, Uang di Guernsey dari Lamborghini & Motorbike
Sidang Korupsi Mantan Bupati Rohul Diwarnai Bentrok
Kejagung Telaah Korupsi Asia Agri
Dana Nonbujeter Diusut, Semua Bupati Bisa Masuk Penjara
Dirut PT Tugu Dana Utama Diperiksa Kejagung Kasus Bulog
Koruptor Insyaf Kecewa Hasil Korupsinya Rp 1,3 Juta Ditolak KPK
Kebuttt..
Benjuttt..
Lanjuttt...
Koruuppp !!!
Ki Detikdotkom ( Puisiwan aliran Hardcore)
----------
Willybrodus Surendrabrata sudah lebih dari 70 tahun menghirup udara negeri ganjil ini ,penciumannya tajam bahkan sanggup mengendus oksigen yang sama yang dihirup Mapatih Gajahmada ,sehingga keelokan tanah semirip swargaloka ini selalu menggodanya dan menuntut untuk dijereng dalam puisi ."Aku nitip ya Will .. " gumam Mapatih menerabas awang2 menerkam benak Willy.
Tapi apalah daya ,bathinnya hanya bisa nangis ngguguk ketika Ki Detik baru mulai mendendangkan awal bait2nya . Oalaaahh.... melik nggendhong lali ,Si Burung Merak hanya bisa bersenandung lirih :
Seringkali kau berkata,
ketika orang memuji milikku,
bahwa sesungguhnya ini hanya titipan,
bahwa mobilku hanya titipan Nya,
bahwa rumahku hanya titipan Nya,
bahwa hartaku hanya titpan Nya,
bahwa putraku hanya titipan Nya,
tetapi,
mengapa aku tak pernah bertanya,
mengapa dia menitipkan padaku ?
Untuk apa Dia menitipkan ini padaku ?
Dan kalau bukan milikku,
apa yang harus kulakukan untuk milik Nya ini ?
Adakah aku memiliki hak atas sesuatu yang bukan milikku ?
Mengapa hatiku justru terasa berat,
ketika titipan itu diminta kembali oleh-Nya ?
Ketika semua itu diminta kembali,
kusebut itu sebagai musibah,
kusebut itu sebagai ujian,
kusebut itu sebagai petaka,
kusebut dengan panggilan apa saja,
untuk melukiskan bahwa itu derita.
Ketika aku berdoa,
kuminta titipan yang cocok dengan hawa nafsuku,
aku ingin lebih banyak harta,
ingin lebih banyak mobil,
lebih banyak rumah,
lebih banyak popularitas,
dan kutolak sakit,
kutolak kemiskinan
Seolah........
semua "derita" adalah hukuman bagiku.
Seolah.....
keadilan dan kasih Nya harus berjalan seperti
matematika.
aku rajin beribadah,
maka selayaknyalah derita menjauh dariku,
dan nikmat dunia kerap menghampiriku.
Kuperlakukan Dia seolah mitra dagang,
dan bukan Kekasih...
Kuminta Dia membalas "perlakuan baikku"
dan menolak keputusanNya yang tak sesuai keinginanku.
Gusti......,
padahal tiap hari kuucapkan,
hidup dan matiku hanyalah untuk beribadah.....
Ketika langit dan bumi bersatu,
bencana dan keberuntungan tidak ada bedanya. *)
[ *)asli duweke WS Rendra ]
Meskipun agak sumbang dan tidak bersajak a-b-a-b ataupun mengikuti gurulagu tapi tetap saja seniman Ki Detikdotkom telah mengguratkan sebuah puisi ,bersyair mengalir seperti mengalirnya sungai kehidupan ,sebuah syair kelanggengan di kancah kehidupan keseharian ,betapa Ki Detik telah merekam dan mengekspresikan kebiasaan sebuah negeri yang menguasai seni colong-jupuk.Nikmati saja :
Alamakk..Kejagung Sita Lagi Aset Widjan..........
Tebak-tebakan Ginandjar Diperiksa Kasus Exxor Balongan
Sidang Perdana Korupsi Helikopter Mi-17 Digelar di PN Jakpus
SBY Jadi Target Brigade Pemburu Koruptor
2 Mantan Pejabat BI Mangkir Pemeriksaan Kasus BPPC
Demo Kejari, Massa Minta Bupati Semarang Dikeluarkan dari LP
Faisal Basri Rogoh Kocek Rp 1 M Demi Dilirik Parpol
Saksi Korupsi Timor Mulai Diperiksa Kejagung Pekan Depan
DPR Nikmati 1/3 Dana DKP yang Dibukukan Andin
Syaukani Bantah Salahgunakan Dana Bantuan Sosial
2 Eks Wakil Ketua DPRD Jateng Divonis Satu Tahun
Keluar RS Kariadi, Bupati Semarang Digiring ke LP
Dana Nonbujeter Ada karena Sistem Keuangan Negara Tidak Beres
Kejagung Akan Sidik Kasus VLCC
4 Mantan Pimpinan DPRD Bandung Divonis Bebas
Eksepsi Bupati Kendal Ditolak, Sidang Korupsi Rp 52 M Dilanjutkan
DKP Kirimkan Zakat Lewat Dana Nonbujueter
Dimungkinkan Tersangka Baru Penggelembungan Blangko Pajak STNK
Berkas Kasus Sapi Impor Fiktif Bulog P21
Sekjen Depkeu Bungkam Soal JPS
Mantan Komisaris Utama Bank Mandiri Diperiksa Kejagung
DPR Tidak Niat Bikin Pansus BLBI
Cekal Akuntan Hitam, DPR Didesak Bikin UU Akuntan
Gus Solah Siap Buka-bukaan Dana DKP ke KPK
Kejagung Sidik Korupsi Timor Putra Nasional
Mantan Wakil Ketua DPRD Makassar Diperiksa Korupsi Damkar
Kasus Dana Pilpres Ilegal Akan Dibawa Anggota DPR ke MK
Kejagung Sidik Lagi Korupsi Kredit Bank Mandiri di PT Oso
Orasi Ilmiah Rokhmin Dibiayai DKP Rp 300 Juta
Polisi Didesak Tuntaskan Kasus Korupsi Mantan Bupati Rohul
Kembalikan Uang DKP, Amien, Gus Solah & Hasyim Jangan Dibui
Mulyana: Dana Asing untuk Capres Lewat LSM dan Tim Sukses Daerah
Presiden Beri Surat Kuasa kepada Kejagung Hadapi Uang Tommy
Kejagung Gugat Yayasan Soeharto Rp 11,5 T Sebelum 22 Juli
Tommy Soeharto Terbangkan Sempati Air Pakai Uang Yayasan
ICW Diperiksa BK Soal Kasus DKP
Tommy Berkelit, Uang di Guernsey dari Lamborghini & Motorbike
Sidang Korupsi Mantan Bupati Rohul Diwarnai Bentrok
Kejagung Telaah Korupsi Asia Agri
Dana Nonbujeter Diusut, Semua Bupati Bisa Masuk Penjara
Dirut PT Tugu Dana Utama Diperiksa Kejagung Kasus Bulog
Koruptor Insyaf Kecewa Hasil Korupsinya Rp 1,3 Juta Ditolak KPK
Kebuttt..
Benjuttt..
Lanjuttt...
Koruuppp !!!
Ki Detikdotkom ( Puisiwan aliran Hardcore)
----------
Willybrodus Surendrabrata sudah lebih dari 70 tahun menghirup udara negeri ganjil ini ,penciumannya tajam bahkan sanggup mengendus oksigen yang sama yang dihirup Mapatih Gajahmada ,sehingga keelokan tanah semirip swargaloka ini selalu menggodanya dan menuntut untuk dijereng dalam puisi ."Aku nitip ya Will .. " gumam Mapatih menerabas awang2 menerkam benak Willy.
Tapi apalah daya ,bathinnya hanya bisa nangis ngguguk ketika Ki Detik baru mulai mendendangkan awal bait2nya . Oalaaahh.... melik nggendhong lali ,Si Burung Merak hanya bisa bersenandung lirih :
Seringkali kau berkata,
ketika orang memuji milikku,
bahwa sesungguhnya ini hanya titipan,
bahwa mobilku hanya titipan Nya,
bahwa rumahku hanya titipan Nya,
bahwa hartaku hanya titpan Nya,
bahwa putraku hanya titipan Nya,
tetapi,
mengapa aku tak pernah bertanya,
mengapa dia menitipkan padaku ?
Untuk apa Dia menitipkan ini padaku ?
Dan kalau bukan milikku,
apa yang harus kulakukan untuk milik Nya ini ?
Adakah aku memiliki hak atas sesuatu yang bukan milikku ?
Mengapa hatiku justru terasa berat,
ketika titipan itu diminta kembali oleh-Nya ?
Ketika semua itu diminta kembali,
kusebut itu sebagai musibah,
kusebut itu sebagai ujian,
kusebut itu sebagai petaka,
kusebut dengan panggilan apa saja,
untuk melukiskan bahwa itu derita.
Ketika aku berdoa,
kuminta titipan yang cocok dengan hawa nafsuku,
aku ingin lebih banyak harta,
ingin lebih banyak mobil,
lebih banyak rumah,
lebih banyak popularitas,
dan kutolak sakit,
kutolak kemiskinan
Seolah........
semua "derita" adalah hukuman bagiku.
Seolah.....
keadilan dan kasih Nya harus berjalan seperti
matematika.
aku rajin beribadah,
maka selayaknyalah derita menjauh dariku,
dan nikmat dunia kerap menghampiriku.
Kuperlakukan Dia seolah mitra dagang,
dan bukan Kekasih...
Kuminta Dia membalas "perlakuan baikku"
dan menolak keputusanNya yang tak sesuai keinginanku.
Gusti......,
padahal tiap hari kuucapkan,
hidup dan matiku hanyalah untuk beribadah.....
Ketika langit dan bumi bersatu,
bencana dan keberuntungan tidak ada bedanya. *)
[ *)asli duweke WS Rendra ]
Thursday, May 31, 2007
cakrukan imajiner
Cakrukan Kang Parmin dan Kang Gombang. Lokasi : Halim , cumak 15 -menitan ..
Gombang : " Lahhh..iki apa bocahe ! gombal awakmu Min..Min..suwe ora nongol eee..pisan2e nongol malah gawe geger "
Parmin : " Ora ngono Mbang ,aku dhewe ya kepepet jare , lha wes pesen ngalor ngidul supaya masalah dhuit DKP sing ora sepiraa aja digae diskusi eee..malah mrojol ning cah2 koran ,ya..aku ngaku pisan "
Gombang : " Njur yen wes ngene iki piye ,coba ? "
Parmin : "Halah..halahh..koyok ora apal lageyane wong2 wae awakmu ,dijarne wae ora nganti sewulan mengko lak oleh kesibukan liya ,ya ngurusi crane sing ceblok ning SCBD lah , apa blethok-e si Abugocal Sukri sing wis meh setahun ora isa di-ndheg lah .."
Gombang : " Ora ngono , aku dadi ra penak ,dikirane wong2 aku melok bancakan wingenane "
Parmin : " Kekekek..yen wis dirungu cah2 ya aja selak tho ,masiya ora melok kondangane tapi khan awakmu oleh gandhulan diteri berkate ,pokok-e Mbang ,yen cah2 koran wis dha ngablak mendhing slimuren nganggo mainan liyane ,ben ndang lali..”
Gombang : “ Kayata ?”
Parmin : “Yaa..apa aelah ,ontran2e Yossi sing digrebeg pulisi Ustrali ,apa Marinir sing mbedhil wong Pasuruan ,apa isu anak-ke Mbahe sing arep cerai karo bojo tuwane gara2 penyanyi Purwokerto ,halah…halah..ndadak takon barang ,biasane awakmu pinter ethok2 nganti dha kapusan nyoblos “
Gombang : “Aja ngono ta Min , saingan ya saingan tapi ojok banget2 olehmu nyalah2ke aku ,upamaneya awakmu lungguh ning kursiku mestine ya ora kacek ribete .Jarene cah2 sakdurunge mrene awakmu ditelpon kanca2ku sing wis dha pensiun ,dha omong apa Min ? “
Parmin : “Alaaahh..jenenge ae wong serik ,ngomonge ya ramutu “
Gombang : “ Aku mik kuwatir yen dha srudak-sruduk tanpa konfirmasi ,malah dadi dha ora penak ,akhire malah isa kisruh karo dulur tuwa “
Parmin : “ Tumben awakmu melankolis…hehehhe..biasane cuwek2 ndableg “
Gombang : “Min ,aku ki mung nggagas ,si Sabar Kanjung kae wes tau keblithuk urusan beras nganti 40 milyar ,malah teken cek barang ,lha bocahe mik glegas gleges ora nggenah tapi sampek sakiki malah wes ora kocap critane “
Parmin : “Kekekkek..lha ya beda to Mbang , awakmu lak istilahe ketiban ndaru ,oleh kursi tiban ,lha si Sabar kae pancene latihan nggarong wiwit cilik ,bocahe lunyu banget kaya welut kecemplung oli,lha yen karo awakmu ya bumi langit “
Gombang : “Iya ya..”
Parmin : “Wis Mbang ,ngono sik ya ,aku ora penak karo kanca2mu yen nyakruk kesuwen karo kowe ,durung mengko crowat-crowete cah koran ,sing penting aja mbok gagas jero2 risalah DKP iki ,lha Kiai Kasim sing kupluk kajine putih ae wes ngaku nampa kok ,kowe sing isih alipbaktak mikir jero2 .Wes ngono sik ,tak liwat lawang mburi wae ,ana Tulus nyanggong ning lawang ngarep ,cah kuwi sak kampung karo aku tapi nek takon sok aneh2..”
Gombang :” Suwun ya Min .Mengko kapan2 yen wes rada adhem tak dolan nyang ngomah karo nyaine ,tak gawakke gereh layur senenganmu “
Parmin :” Ya wes andum slamet , mbok aja cethil2 ta Mbang ,gawanmu mik gereh layur , mbok sekali2 nggawa mbako enak ,aja mbok udud dhewe ,nek enak ya eling karo kanca “
Gombang mung nyengenges.Parmin ki pancen lucu , mbako enak mung patang lodhong eee..dijaluk ,pikire .Coba yen dheweke sing ketiban ndaru ,aja kok mbako enak ,eling kanca wae durung mesti.
Gombang : " Lahhh..iki apa bocahe ! gombal awakmu Min..Min..suwe ora nongol eee..pisan2e nongol malah gawe geger "
Parmin : " Ora ngono Mbang ,aku dhewe ya kepepet jare , lha wes pesen ngalor ngidul supaya masalah dhuit DKP sing ora sepiraa aja digae diskusi eee..malah mrojol ning cah2 koran ,ya..aku ngaku pisan "
Gombang : " Njur yen wes ngene iki piye ,coba ? "
Parmin : "Halah..halahh..koyok ora apal lageyane wong2 wae awakmu ,dijarne wae ora nganti sewulan mengko lak oleh kesibukan liya ,ya ngurusi crane sing ceblok ning SCBD lah , apa blethok-e si Abugocal Sukri sing wis meh setahun ora isa di-ndheg lah .."
Gombang : " Ora ngono , aku dadi ra penak ,dikirane wong2 aku melok bancakan wingenane "
Parmin : " Kekekek..yen wis dirungu cah2 ya aja selak tho ,masiya ora melok kondangane tapi khan awakmu oleh gandhulan diteri berkate ,pokok-e Mbang ,yen cah2 koran wis dha ngablak mendhing slimuren nganggo mainan liyane ,ben ndang lali..”
Gombang : “ Kayata ?”
Parmin : “Yaa..apa aelah ,ontran2e Yossi sing digrebeg pulisi Ustrali ,apa Marinir sing mbedhil wong Pasuruan ,apa isu anak-ke Mbahe sing arep cerai karo bojo tuwane gara2 penyanyi Purwokerto ,halah…halah..ndadak takon barang ,biasane awakmu pinter ethok2 nganti dha kapusan nyoblos “
Gombang : “Aja ngono ta Min , saingan ya saingan tapi ojok banget2 olehmu nyalah2ke aku ,upamaneya awakmu lungguh ning kursiku mestine ya ora kacek ribete .Jarene cah2 sakdurunge mrene awakmu ditelpon kanca2ku sing wis dha pensiun ,dha omong apa Min ? “
Parmin : “Alaaahh..jenenge ae wong serik ,ngomonge ya ramutu “
Gombang : “ Aku mik kuwatir yen dha srudak-sruduk tanpa konfirmasi ,malah dadi dha ora penak ,akhire malah isa kisruh karo dulur tuwa “
Parmin : “ Tumben awakmu melankolis…hehehhe..biasane cuwek2 ndableg “
Gombang : “Min ,aku ki mung nggagas ,si Sabar Kanjung kae wes tau keblithuk urusan beras nganti 40 milyar ,malah teken cek barang ,lha bocahe mik glegas gleges ora nggenah tapi sampek sakiki malah wes ora kocap critane “
Parmin : “Kekekkek..lha ya beda to Mbang , awakmu lak istilahe ketiban ndaru ,oleh kursi tiban ,lha si Sabar kae pancene latihan nggarong wiwit cilik ,bocahe lunyu banget kaya welut kecemplung oli,lha yen karo awakmu ya bumi langit “
Gombang : “Iya ya..”
Parmin : “Wis Mbang ,ngono sik ya ,aku ora penak karo kanca2mu yen nyakruk kesuwen karo kowe ,durung mengko crowat-crowete cah koran ,sing penting aja mbok gagas jero2 risalah DKP iki ,lha Kiai Kasim sing kupluk kajine putih ae wes ngaku nampa kok ,kowe sing isih alipbaktak mikir jero2 .Wes ngono sik ,tak liwat lawang mburi wae ,ana Tulus nyanggong ning lawang ngarep ,cah kuwi sak kampung karo aku tapi nek takon sok aneh2..”
Gombang :” Suwun ya Min .Mengko kapan2 yen wes rada adhem tak dolan nyang ngomah karo nyaine ,tak gawakke gereh layur senenganmu “
Parmin :” Ya wes andum slamet , mbok aja cethil2 ta Mbang ,gawanmu mik gereh layur , mbok sekali2 nggawa mbako enak ,aja mbok udud dhewe ,nek enak ya eling karo kanca “
Gombang mung nyengenges.Parmin ki pancen lucu , mbako enak mung patang lodhong eee..dijaluk ,pikire .Coba yen dheweke sing ketiban ndaru ,aja kok mbako enak ,eling kanca wae durung mesti.
Subscribe to:
Posts (Atom)
madhep ngalor..
madhep ngidul...
nyawang ndhuwur...
ndhingkluk..
akhire yo mung tetep bingung